Memuat...

Brigade Al-Qassam Ungkap Serangkaian Operasi Mematikan di Shuja’iyya Pada Juli

Zarah Amala
Rabu, 13 Agustus 2025 / 20 Safar 1447 09:45
Brigade Al-Qassam Ungkap Serangkaian Operasi Mematikan di Shuja’iyya Pada Juli
Foto: tangkapan video

GAZA (Arrahmah.id) - Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan beberapa operasi yang mereka lakukan bulan lalu terhadap pasukan pendudukan 'Israel' di lingkungan Shuja’iyya, Kota Gaza.

Dalam pernyataannya, Al-Qassam menyebut bahwa pada 4 Juli lalu mereka menargetkan sebuah tank Merkava dengan peluru Yassin 105 di sebelah timur Shuja’iyya. Sehari setelahnya, mereka menggempur sebuah rumah yang berisi pasukan 'Israel', menewaskan dan melukai sejumlah tentara.

Pada 9 Juli, Al-Qassam juga melaporkan keberhasilan menembak mati dan melukai tiga tentara 'Israel' di area yang sama.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari operasi berkelanjutan perlawanan Palestina di Jalur Gaza untuk merespons perang genosida yang terus dilakukan Tel Aviv selama hampir 22 bulan terakhir.

Selain itu, kemunculan senapan runduk "M99" dalam persenjataan sniper Al-Qassam dinilai menunjukkan kesadaran perlawanan akan karakter perang gerilya yang mereka hadapi melawan militer 'Israel'.

Pada Senin (11/8/2025), Al-Qassam mengumumkan dalam tiga pernyataan terpisah bahwa mereka telah mengebom dua lokasi militer 'Israel' dan menembak dua tentara di Gaza.

Meskipun 'Israel' telah menerobos masuk ke wilayah luas di Gaza, pasukan pendudukan belum mampu menghentikan operasi perlawanan yang terus menyasar tentara dan pos militer mereka, maupun serangan roket yang sesekali menghantam kota dan permukiman 'Israel'.

Sejak 7 Oktober 2023, 'Israel' dengan dukungan Amerika Serikat terus melakukan genosida di Gaza, meliputi pembunuhan, kelaparan, penghancuran, dan pengusiran paksa, seraya mengabaikan seruan dunia dan perintah Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.

Serangan brutal ini telah menewaskan 61.499 warga Palestina, melukai 153.575 orang, dan menyebabkan lebih dari 9.000 orang hilang, di samping ratusan ribu pengungsi dan kelaparan yang merenggut nyawa banyak warga, termasuk puluhan anak-anak. (zarahamala/arrahmah.id)