KAIRO (Arrahmah.com) – Sehari menjelang peringatan 10 tahun serangan 9/11, Kedubes Israel di Kairo, Mesir diserbu demonstran, Sabtu (10/09/2011). Salah satu hal yang menarik, diantara para demonstran tersebut terlihat membawa poster berukuran besar bergambar Syekh Umar Abdurrahman dan bertuliskan penuntutan pembebasan beliau. Seperti apa kiprah "ulama mujahid" yang saat ini sedang mendekam di penjara Amerika tersebut?
Ulama Pemberani Dari Balik Jeruji Besi
Syekh Umar Abdurrahman. Belum ada ulama seperti ini, berani dan tegas dalam membela al haq dan melawan al batil. Meski buta sejak bayi, Syekh Umar Abdurrahkan dikaruniakan Allah SWT mata hati yang bersih dan bercahaya, sehingga dapat melihat kebatilan dengan sejelas-jelasnya dan mampu menolaknya tanpa kompromi. Tidak seperti kebanyakan ulama saat ini, yang dikaruniakan penglihatan yang sehat namun buta mata hatinya ketika melihat kebatilan di depan matanya.
Nama lengkap beliau adalah Umar bin Ahmad bin Ali bin Abdurrahman, dengan nama kunyah (panggilan) Abu Muhammad. Beliau lahir pada tanggal 3 Mei 1938 di distrik Jamaliyah, pusat kota Daqhaliyah, Mesir. Hampir seluruh usianya, beliau pergunakan untuk dakwah dan jihad di jalan Allah SWT. Penjara sudah menjadi agenda rutin bagi Syekh yang diuji dengan kebutaan sejak bayi ini, baik penjara lokal di Mesir hingga penjara super canggih di Amerika.
Keberaniannya menyuarakan kebenaran sudah terlihat di awal beliau menjadi seorang dai. Beliau merealisasikan ilmu yang dipelajari dengan berkhotbah di masjid-masjid di kota Fayyum dan desa-desa sekitarnya, dan menyampaikan Islam apa adanya dan tanpa kompromi. Hal ini menyebabkan kemarahan pihak Badan Intelijen Negara Mesir, yang mengakibatkan beliau dicekal dan mendapat sanksi tahanan rumah pada tahun 1969.
Setelah tujuh bulan mengalami pencekalan, beliau dikembalikan ke tempat tugasnya, namun kini dikucilkan di bagian administrasi, untuk menjauhkan beliau dari mahasiswa dan masyarakat. Bagian administrasi yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah bagian tata usaha Al Azhar, dimana beliau tidak memiliki hal apa pun untuk dikerjakan.
Ulama Dakwah dan Jihad
Syekh Umar Abdurrahman adalah seorang ulama Mujahid. Dalam dirinya bersatu antara kefaqihan seorang ulama dengan heroisme Mujahidin. Sejak awal beliau sangat mendukung jihad dan berada di garis depan dalam menyemangati jihad, baik melawan agresor Israel maupun jihad melawan penguasa murtad di negerinya.
Menyadari mulai adanya usaha untuk membungkam kebenaran yang beliau kumandangkan, tidak membuat beliau surut. Bahkan hal tersebut membuat beliau tambah berani untuk menyuarakan al haq. Pada tahun 1970 beliau mengeluarkan sebuah fatwa yang menyatakan tidak boleh menshalati jenazah Presiden Jamal Abdul Nasser. Fatwa ini beliau sampaikan dari atas mimbar Masjid di Fayyum, dan mengakibatkan beliau ditahan pada bulan Oktober 1970. Beliau mengalami penahanan selama delapan bulan di sel nomer 24.
Pasca eksekusi Anwar Sadat, 6 Oktober 1981, terjadi penangkapan besar-besaran terhadap tokoh-tokoh Islam yang terlibat dalam pembentukan Jamaah Jihad dan Jamaah Islamiyyah, termasuk Syekh Umar Abdurrahman. Beliau ditahan dan diadili oleh pemerintahan Mesir dengan tuduhan-tuduhan berikut :
- Memimpin Jamaah Islamiyah dan jaringan yang bertanggung jawab atas berbagai peristiwa ‘makar' yang terjadi pada tahun 1981.
- Urusan pertanggung-jawaban fatwa tentang jamaah.
- Memfatwakan pengkafiran Anwar Sadat.
Tekanan politik dan teror terus dilakukan oleh pemerintah Mesir yang akhirnya membuat Syekh Abdurrahman memutuskan untuk kembali hijrah, kali ini ke Amerika. Beliau ke Amerika Serikat pada awal tahun 1990-an untuk hijrah sekaligus memulai dakwah di negeri kafir tersebut. Namun, sekali lagi karena tabiat dakwah beliau yang tegas dan tanpa komrpomi, pemerintah kafir Amerika akhirnya menahan beliau, khususnya dari Dewan Keamanan Nasional Amerika (NSC) pada tahun 1994. Dalam penangkapan kali ini, tuduhan yang dilontarkan kepada beliau adalah :
- Terlibat peledakan Gedung WTC yang pertama
- Terlibat dalam merencanakan perang kota di Amerika
- Memimpin organisasi teroris
Hingga saat ini, Syekh Umar Abdurrahkan masih dalam tahanan pemerintahan kafir Amerika, dan terus mengalami berbagai bentuk penyiksaan. Hampir setiap saat seluruh umat yang peduli akan nasib beliau mendoakan dan memohon kepada Allah SWT untuk pembebasan beliau, termasuk para demonstran Mesir hari ini. Semoga Allah SWT., segera membebaskan beliau. Allahu Akbar!
(M Fachry/arrahmah.com)
