Memuat...

Di Tengah Agresi “Israel”, Al-Qassam Eksekusi Pencuri Bantuan di Gaza

Samir Musa
Ahad, 10 Agustus 2025 / 17 Safar 1447 21:06
Di Tengah Agresi “Israel”, Al-Qassam Eksekusi Pencuri Bantuan di Gaza
Di Tengah Agresi “Israel”, Al-Qassam Eksekusi Pencuri Bantuan di Gaza

GAZA (Arrahmah.id)  – Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), melakukan eksekusi lapangan terhadap sekelompok orang yang mereka sebut sebagai “pencuri bantuan” di Hayy asy-Syaikh Ridhwan, wilayah utara Kota Gaza.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan para pejuang Al-Qassam membakar sebuah mobil milik salah satu pelaku, disaksikan warga yang bersorak mendukung aksi tersebut.

https://www.facebook.com/watch/?v=1737762483776023&vanity=aljazeera.net

Media Palestina melaporkan bahwa para pejuang Al-Qassam, bekerja sama dengan Unit Sahm—satuan keamanan di bawah Kementerian Dalam Negeri Gaza—menangkap dan mengeksekusi sekelompok pencuri dan perampok jalanan. Tindakan ini dilakukan demi menjaga keamanan serta memastikan distribusi bantuan dan barang dagangan secara adil kepada warga yang membutuhkan.

Pada November 2024 lalu, sumber di Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebutkan bahwa lebih dari 20 anggota kelompok yang disebut sebagai “gerombolan pencuri truk bantuan” tewas dalam operasi gabungan polisi dan komite-komite kabilah setempat.

Sejak dimulainya agresi “Israel” di Gaza, konvoi bantuan kerap menjadi sasaran perampokan oleh kelompok bersenjata yang beroperasi di bawah perlindungan tentara penjajah “Israel”. Militer penjajah juga secara sengaja menargetkan petugas pengamanan bantuan kemanusiaan. Dilansir Al Jazeera, kantor pemerintahan di Gaza menyatakan bahwa kebijakan ini dimaksudkan untuk mempermudah pencurian bantuan oleh gerombolan lokal binaan Tel Aviv, sekaligus memperparah strategi kelaparan terhadap warga Palestina.

Harian The Washington Post sebelumnya mengutip lembaga-lembaga kemanusiaan yang menyatakan bahwa otoritas “Israel” menolak sebagian besar permintaan untuk memperketat perlindungan konvoi bantuan di Gaza. Mereka juga menolak seruan agar polisi sipil Gaza diizinkan mengamankan truk bantuan.

Sejak Oktober 2023, “Israel”—dengan dukungan penuh Amerika Serikat—melancarkan perang genosida terhadap warga Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 61 ribu warga Palestina, melukai lebih dari 152 ribu lainnya, serta memaksa hampir seluruh penduduk mengungsi. Serangan ini juga menghancurkan infrastruktur Gaza dalam skala yang belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II, sebagaimana tercatat dalam laporan lembaga Palestina dan internasional.

(Samirmusa/arrahmah.id)