Memuat...

Drone 'Israel' Serang Lokasi Pencarian Jenazah Prajurit Zionis di Gaza

Zarah Amala
Selasa, 28 Oktober 2025 / 7 Jumadilawal 1447 10:45
Drone 'Israel' Serang Lokasi Pencarian Jenazah Prajurit Zionis di Gaza
Ilustrasi drone (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Pesawat nirawak (drone) 'Israel' menjatuhkan dua bom di dekat lokasi operasi pencarian jenazah tawanan tentara 'Israel' di Gaza, menurut laporan Al Jazeera. Serangan udara itu terjadi tak lama setelah proses pencarian selesai, memunculkan dugaan bahwa 'Israel' sengaja menargetkan area tersebut untuk menghambat proses evakuasi jenazah.

Sebelumnya, militer 'Israel' mengumumkan telah menerima jenazah seorang prajurit 'Israel' yang ditahan di Gaza melalui Palang Merah Internasional (ICRC). Penyerahan ini berlangsung setelah Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengonfirmasi bahwa timnya menemukan jenazah tersebut saat melakukan pencarian di wilayah Al-Tuffah.

Dalam pernyataannya, Al-Qassam menyebut jenazah itu ditemukan pada Senin (27/10/2025) dan dijadwalkan diserahkan pada pukul 21.00 waktu Gaza. Petugas Palang Merah dan anggota Al-Qassam dilaporkan mengawal kendaraan teknik dan tim penyelamat menuju lokasi penemuan.

Media 'Israel', termasuk Channel 13 dan Kan, melaporkan bahwa Palang Merah telah memberitahu militer 'Israel' sebelumnya tentang rencana penyerahan tersebut. Pejabat di Tel Aviv juga mengonfirmasi bahwa persiapan untuk menerima jenazah sudah dilakukan.

Sumber senior dari perlawanan Palestina mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Hamas dan faksi-faksi lain bekerja dalam kondisi yang sangat sulit untuk menemukan sisa jenazah tawanan 'Israel'. Ia menegaskan bahwa keterbatasan peralatan dan mesin berat menjadi hambatan utama dalam mempercepat proses pencarian.

“Jika alat penggalian yang memadai tersedia, tim perlawanan dapat menemukan sejumlah besar jenazah dalam waktu singkat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyerukan agar Hamas mempercepat proses pemulihan dan penyerahan jenazah. Dalam pernyataannya di pesawat kepresidenan bersama Presiden Donald Trump, Rubio mengklaim bahwa 'Israel' tidak melanggar perjanjian gencatan senjata.

Tahap pertama kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan dimulai pada 10 Oktober 2025. Sejak saat itu, Hamas telah membebaskan 20 tentara 'Israel' yang masih hidup dan menyerahkan 16 jenazah lainnya. Gerakan tersebut menyebut masih ada 12 jenazah yang belum ditemukan.

Hamas menegaskan tekadnya untuk menuntaskan proses pemulihan jenazah, namun menekankan bahwa kerusakan besar akibat agresi 'Israel' selama setahun terakhir memperlambat pencarian.

Sejak 7 Oktober 2023, perang pemusnahan 'Israel' di Gaza telah menewaskan 68.527 warga Palestina dan melukai 170.395 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza hancur, termasuk rumah, rumah sakit, dan sekolah. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi wilayah itu mencapai 70 miliar dolar AS. (zarahamala/arrahmah.id)