Memuat...

Dua Dokter Spesialis Universitas Brawijaya Berangkat ke Gaza untuk Misi Kemanusiaan

Ameera
Sabtu, 5 Juli 2025 / 10 Muharam 1447 12:52
Dua Dokter Spesialis Universitas Brawijaya Berangkat ke Gaza untuk Misi Kemanusiaan
Dua Dokter Spesialis Universitas Brawijaya Berangkat ke Gaza untuk Misi Kemanusiaan

MALANG (Arrahmah.id) – Dua dokter spesialis dari Universitas Brawijaya (UB), Malang, menunjukkan komitmen kemanusiaan yang luar biasa dengan bergabung dalam misi medis ke Gaza, Palestina.

Mereka adalah dr. Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat, Sp.OT (spesialis ortopedi) dan dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp.An (spesialis anestesi), yang akan memberikan layanan medis langsung kepada para korban agresi di Rumah Sakit An-Nasr, sebuah rumah sakit yang berada di wilayah rawan dan di bawah pengawasan ketat otoritas “Israel”.

Sesuai rencana, keduanya akan berangkat dari Jakarta pada Senin, 7 Juli 2026, dan tiba di Yordania keesokan harinya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gaza.

Selama bertugas, mereka akan berada di bawah pengawalan ketat “Israel Defense Forces” (IDF), yang menjadi syarat mutlak agar bisa memasuki kawasan konflik dan menjalankan misi kemanusiaan.

"Ini momen yang tepat untuk membantu sesama yang kekurangan tenaga medis. Dan yang sangat membutuhkan saat ini adalah saudara-saudara kita di Palestina," ujar dr. Kuntadi, Jumat (4/7/2025).

Dalam misi ini, dr. Kuntadi akan menangani kasus-kasus ortopedi, khususnya luka-luka akibat perang, sementara dr. Ristiawan akan fokus pada manajemen nyeri dan tindakan anestesi, termasuk teknik blok saraf. Keduanya juga menyatakan kesiapan untuk melakukan tindakan operasi jika dibutuhkan.

"Kami murni menjadi tenaga medis. Jika dr. Kuntadi fokus di ortopedi, saya fokus pada manajemen nyeri dan blok saraf. Kami siap melakukan tindakan operasi terhadap korban perang jika dibutuhkan," jelas dr. Ristiawan.

Keterbatasan fasilitas medis dan kelangkaan obat-obatan di Gaza menjadi alasan kuat yang mendorong mereka untuk bergabung dalam misi ini.

Kehadiran dua dokter dari Indonesia ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Di tengah segala keterbatasan dan risiko, langkah mereka menjadi inspirasi sekaligus simbol kepedulian rakyat Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina yang terus berlangsung akibat agresi penjajah.

(ameera/arrahmah.id)