Memuat...

Eskalasi ‘Israel’ di Tepi Barat, Abu Ubaida Serukan Intensifikasi Operasi

Zarah Amala
Jumat, 13 Desember 2024 / 12 Jumadilakhir 1446 09:11
Eskalasi ‘Israel’ di Tepi Barat, Abu Ubaida Serukan Intensifikasi Operasi
Abu Ubaida meminta pejuang perlawanan di Tepi Barat untuk mengintensifkan operasi melawan pasukan pendudukan. (Al Jazeera)

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan ‘Israel’ telah meningkatkan operasi mereka di Tepi Barat setelah seorang warga ‘Israel’ tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan penembakan yang dilakukan oleh seorang warga Palestina di dekat pos pemeriksaan terowongan di selatan Yerusalem yang diduduki kemarin malam (11/12/2024), sementara Abu Ubaida, juru bicara Brigade al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), menyerukan agar operasi diintensifkan terhadap tentara pendudukan dan pemukim, untuk mendukung Gaza.

Sumber-sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan pendudukan ‘Israel’ menyerbu kota Beit Awa, barat daya Hebron, di Tepi Barat selatan, dan menyerbu rumah pelaku operasi terowongan di selatan Yerusalem yang diduduki. Tentara pendudukan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pelaku operasi telah menyerahkan diri kepada pasukan keamanan ‘Israel’.

Abu Ubaida Ucapkan Selamat

Juru bicara Brigade al-Qassam, Abu Ubaida, memberi selamat atas operasi pos pemeriksaan terowongan, dan menggambarkan operasi itu sebagai tindakan heroik dalam sebuah unggahan di Telegram, menyerukan kepada para pejuang perlawanan di Tepi Barat untuk mengintensifkan operasi terhadap tentara pendudukan dan pemukim demi mendukung Gaza dan menggagalkan rencana untuk mencaplok Tepi Barat dan memaksakan fakta-fakta baru di lapangan.

Penggerebekan dan Penangkapan

Di Tepi Barat utara, Al-Aqsa TV melaporkan bahwa para pejuang perlawanan menembaki pasukan pendudukan ‘Israel’ di pos pemeriksaan Dotan dekat kota Ya'bad, barat daya Jenin.

Di Nablus, juga di Tepi Barat utara, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa dua warga Palestina terluka oleh peluru tentara ‘Israel’ selama penggerebekan di kota Beit Furik, timur Nablus.

Di Tepi Barat bagian tengah, sumber-sumber lokal melaporkan kepada Al Jazeera bahwa pasukan pendudukan menyerbu kota Al-Bireh, menembakkan tabung gas air mata ke sejumlah pemuda Palestina, mengerahkan sejumlah kendaraan militer di jalan-jalan kota, melancarkan operasi pencarian di sejumlah toko, dan menyita rekaman kamera dari beberapa toko dengan dalih mencari warga Palestina yang dicari.

Pasukan pendudukan juga mengepung kota Betlehem dan menyerbu kota Al-Khader, serta menyerbu kamp Jalazone, di utara kota Ramallah, di Tepi Barat bagian tengah.

Perkumpulan Tahanan Palestina melaporkan bahwa pasukan pendudukan menangkap sedikitnya 40 warga Palestina di sejumlah wilayah Tepi Barat sejak dini hari ini.

Dua Syuhada

Pada Kamis (12/12), warga Palestina di kota Nablus memakamkan jenazah syuhada Jihad Abu Salim, yang tewas tertembak peluru pasukan pendudukan ‘Israel’ saat menyerbu kamp pengungsi Balata pada dini kemarin. Para pejuang perlawanan yang berpartisipasi dalam pemakaman tersebut melepaskan tembakan ke udara dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan tanggapan atas kejahatan pendudukan terhadap warga Palestina.

Tentara pendudukan membunuh Abu Salim saat menyerbu kamp tersebut, dengan mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa ia terlibat dalam kegiatan perlawanan terhadap target-target ‘Israel’, dan sebuah senjata ditemukan dalam kepemilikannya setelah pembunuhannya.

Pasukan pendudukan juga membunuh seorang warga Palestina lainnya di Qalqilya kemarin malam, karena mengklaim keterlibatannya dalam operasi yang menargetkan warga ‘Israel’.

Di sisi lain, tentara pendudukan melakukan survei teknik terhadap rumah keluarga syuhada Wael Lahlouh di kota Qabatiya sebagai persiapan untuk pembongkarannya. Menurut pernyataan tentara pendudukan, Lahlouh adalah pemimpin operasi penembakan yang mengakibatkan tewasnya tentara ‘Israel’ Yonatan Deutsch Agustus lalu di dekat pemukiman "Mehola" di Lembah Yordan. (zarahamala/arrahmah.id)