Memuat...

Euro-Med: Jenazah Palestina Dikembalikan dengan Luka, Tali, dan Bekas Pembakaran

Zarah Amala
Sabtu, 18 Oktober 2025 / 27 Rabiulakhir 1447 10:00
Euro-Med: Jenazah Palestina Dikembalikan dengan Luka, Tali, dan Bekas Pembakaran
(QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Rami Abdu, Kepala Euro-Med Human Rights Monitor, mengungkapkan temuan yang mengkhawatirkan setelah memeriksa jenazah warga Palestina yang baru-baru ini dikembalikan oleh 'Israel'.

“Semua jenazah masih memiliki ciri-ciri fisik yang utuh dan belum mengalami pembusukan,” kata Abdu. “Ini berarti mereka disimpan di lemari pendingin pada suhu beku.”

Ia menambahkan, beberapa jenazah tampak pernah dikubur kemudian digali kembali. “Salah satu syahid masih memiliki infus saline yang menempel di tangannya, menandakan adanya upaya medis sebelum ia wafat,” jelas Abdu.

Menurutnya, banyak korban ditemukan dengan tangan dan kaki terikat menggunakan tali plastik (zip tie). Beberapa di antaranya adalah orang lanjut usia. Dalam banyak kasus, mata para korban ditutup dan anggota tubuh mereka diikat sebelum kematian. Luka bakar pada kulit menunjukkan bahwa kain yang digunakan untuk mengikat mereka kemungkinan meleleh akibat panas.

“Metode penyiksaan dan pengikatan ini mirip dengan perlakuan yang dialami para pekerja Palestina setelah peristiwa Oktober lalu,” tambah Abdu.

Kementerian Kesehatan Palestina menyebut telah menerima 30 jenazah melalui Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Dengan tambahan ini, jumlah total jenazah yang dikembalikan sejak dimulainya fase pertama gencatan senjata dan pertukaran tahanan pada 10 Oktober, yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Turki dengan pengawasan Amerika Serikat, telah mencapai 120 jenazah.

Kantor Media Pemerintah di Gaza mengatakan bahwa banyak dari jenazah yang dikembalikan tidak teridentifikasi dan memperlihatkan tanda-tanda eksekusi serta penyiksaan sistematis.

“Israel menghancurkan tubuh para korban dengan lintasan tank, dan beberapa di antaranya menunjukkan bekas tali serta tanda-tanda digantung,” bunyi pernyataan kantor tersebut.

Pemerintah Gaza menyerukan penyelidikan internasional independen secara mendesak atas kejahatan ini.

Kampanye Nasional Palestina untuk Pemulangan Jenazah Syuhada melaporkan bahwa 'Israel' masih menahan 735 jenazah warga Palestina, termasuk 67 anak-anak, sementara 256 lainnya dikubur di apa yang disebut ‘makam bernomor’.

Sebuah laporan Haaretz pada Juli lalu juga mengungkap bahwa pasukan 'Israel' menyimpan sekitar 1.500 jenazah warga Gaza di dalam kamp militer Sde Teyman.

Sejak Oktober 2023, genosida 'Israel' di Gaza telah menewaskan sekitar 70.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 170.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Pengepungan dan pengeboman yang tiada henti juga telah memicu kelaparan besar yang terus merenggut ratusan nyawa. (zarahamala/arrahmah.id)