Memuat...

Guterres: Kelaparan Gaza Tragedi Buatan Manusia, “Israel” Harus Bertanggung Jawab

Samir Musa
Sabtu, 23 Agustus 2025 / 30 Safar 1447 06:14
Guterres: Kelaparan Gaza Tragedi Buatan Manusia, “Israel” Harus Bertanggung Jawab
Seorang bayi di Gaza yang belum berusia dua tahun tampak pada tubuhnya yang kurus tanda-tanda kelaparan (EPA).

GAZA (Arrahmah.id) — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan bahwa krisis kelaparan yang melanda Jalur Gaza bukanlah bencana alam, melainkan tragedi buatan manusia yang mencerminkan kegagalan moral dunia. Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa adanya pertanggungjawaban.

Pernyataan Guterres disampaikan pada Jumat (22/8), setelah PBB secara resmi mengumumkan bahwa Gaza kini dilanda kelaparan. Lembaga itu melaporkan lebih dari 500 ribu warga Palestina hidup dalam kondisi “jangan karthastropik”, akibat blokade dan agresi militer “Israel” yang terus berlangsung sejak 2023.

“Ketika semua kata terasa tidak lagi cukup untuk menggambarkan neraka Gaza, kini muncul kata baru: kelaparan. Ini bukan sekadar soal kurang makanan, tetapi runtuhnya sistem kehidupan yang disengaja,” ujar Guterres.

Ia menambahkan, “Orang-orang di Gaza kelaparan, anak-anak sekarat. Mereka yang memiliki kewajiban bertindak justru gagal. Sebagai kekuatan pendudukan, ‘Israel’ memiliki kewajiban yang jelas di bawah hukum internasional untuk menjamin kelangsungan hidup warga sipil. Situasi ini tidak boleh berlanjut tanpa hukuman.”

Sekjen PBB itu juga menegaskan pentingnya gencatan senjata segera, pembebasan seluruh tawanan, serta akses penuh dan tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan. Menurutnya, “Israel” berkewajiban memastikan masuknya pangan dan obat-obatan ke wilayah Gaza.

(Samirmusa/arrahmah.id)