Memuat...

Hamas: 'Israel' Manipulatif, Ubah Tanggal dan Daftar dalam Kesepakatan Gencatan Senjata

Zarah Amala
Jumat, 10 Oktober 2025 / 19 Rabiulakhir 1447 10:15
Hamas: 'Israel' Manipulatif, Ubah Tanggal dan Daftar dalam Kesepakatan Gencatan Senjata
Juru bicara Hamas Hazem Qassem. (Foto: via media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan dalam wawancara dengan Al Jazeera Arabic pada Kamis (9/10/2025) bahwa 'Israel' “berusaha memanipulasi tanggal, daftar, dan beberapa langkah yang telah disepakati” dalam kesepakatan gencatan senjata.

Menurut Qassem, berdasarkan penjelasan para mediator, kesepakatan tersebut merupakan “awal dari berakhirnya perang genosida terhadap Jalur Gaza.” Namun, ia menegaskan bahwa 'Israel' “masih menunda-nunda pelaksanaan beberapa poin, termasuk penarikan pasukan, daftar tahanan, serta kembalinya warga yang terusir.”

Qassem mendesak agar 'Israel' “mematuhi seluruh butir kesepakatan,” dan menyerukan kepada para mediator untuk menekan Tel Aviv agar menghentikan pelanggaran dan penundaan tersebut.

Setelah tiga hari perundingan intensif di kota resor Laut Merah, Sharm el-Sheikh, Mesir, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan tahap pertama dari rencana yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang genosida dua tahun di Jalur Gaza.

Dialog Nasional Palestina

Qassem juga menegaskan bahwa Hamas terbuka untuk mencari formula nasional dalam mengelola perjuangan rakyat Palestina, serta mendukung diadakannya dialog nasional yang melibatkan semua pihak untuk mengatur perlawanan Palestina secara bersama.

Ia menambahkan bahwa perlawanan adalah “hak sah rakyat Palestina untuk membela diri dan menjamin kemandirian keputusan nasional.”

Terkait isu pelucutan senjata, Qassem menjelaskan bahwa Hamas bersedia membahas mekanisme gencatan senjata dengan para mediator, namun “tidak atas dasar menyerahkan senjata.” Ia juga menegaskan bahwa Hamas tidak akan menjadi bagian dari pemerintahan Gaza, seraya menyatakan bahwa gerakan tersebut akan menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan dalam kerangka tanggung jawab nasional dan moral terhadap rakyat Palestina.

Tahap Pertama Kesepakatan

Mengenai implementasi tahap pertama kesepakatan yang dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang, Qassem menegaskan kesiapan Hamas untuk melaksanakannya segera. Ia menyebut bahwa jika kondisi lapangan memungkinkan, “semua tahanan dapat diserahkan sekaligus,” sembari menginformasikan bahwa pihaknya telah memberi tahu mediator tentang kendala teknis terkait penyerahan jenazah para tawanan.

Qassem menutup dengan menegaskan bahwa bagi Hamas, kesepakatan ini merupakan “awal dari berakhirnya perang pemusnahan terhadap rakyat kami di Jalur Gaza.”

Sementara itu, kabinet 'Israel' dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Kamis malam (9/10) terkait kesepakatan gencatan senjata tersebut, menurut laporan media Ibrani yang dikutip The Times of Israel. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa gencatan senjata hanya akan berlaku setelah disetujui kabinet. (zarahamala/arrahmah.id)