Memuat...

Hamas Serahkan Jenazah Dua Tawanan 'Israel' ke Komite Palang Merah Internasional

Zarah Amala
Rabu, 22 Oktober 2025 / 1 Jumadilawal 1447 10:00
Hamas Serahkan Jenazah Dua Tawanan 'Israel' ke Komite Palang Merah Internasional
Brigade Al-Qassam menyerahkan jenazah beberapa tawanan 'Israel'. (Foto: via AJA)

GAZA (Arrahmah.id) - Sayap militer Gerakan Perlawanan Palestina Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan akan menyerahkan dua jenazah tawanan 'Israel' pada Selasa malam (21/10/2025).

“Dalam kerangka kesepakatan pertukaran tahanan Banjir Al-Aqsa, Brigade Syahid Izzuddin Al-Qassam akan menyerahkan dua jenazah tawanan pendudukan yang berhasil ditemukan hari ini di Jalur Gaza, pada pukul 9 malam waktu Gaza (6 sore GMT),” demikian pernyataan resmi gerakan tersebut.

Sementara itu, anak-anak Abdul Rahim Abu Amouna dari kamp pengungsi Al-Nuseirat menyampaikan perpisahan terakhir kepada ayah mereka, yang jenazahnya ditahan oleh 'Israel' selama hampir dua tahun sebelum akhirnya dikembalikan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata.

Dengan penyerahan terbaru ini, Hamas telah menyerahkan 20 tawanan 'Israel' yang masih hidup dan 16 dari 28 jenazah tawanan yang telah meninggal, sejak perjanjian gencatan senjata diberlakukan pekan lalu, menurut laporan Al Jazeera Arabic.

Pada 10 Oktober, kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat mulai berlaku, sesuai dengan rencana Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan itu mencakup penghentian serangan, penarikan bertahap pasukan Israel, pertukaran tahanan, serta masuknya bantuan kemanusiaan secara langsung ke Jalur Gaza.

Namun, meski gencatan diberlakukan, 'Israel' telah melanggar kesepakatan itu sedikitnya 80 kali, menewaskan hampir 100 warga Palestina dan melukai 230 lainnya.

Jenazah Palestina dengan Luka dan Tanda Penyiksaan

Sejauh ini, 'Israel' telah menyerahkan 150 jenazah tahanan Palestina yang tewas dalam tahanan sejak Oktober 2023, menurut Dr. Munir al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza.

Ia mengatakan sebagian besar jenazah menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan kekerasan berat, termasuk tangan dan kaki yang terikat dengan tali atau borgol logam, jerat di leher, serta mata tertutup kain.

Laporan sebelumnya mengungkapkan bahwa 135 dari jenazah-jenazah tersebut berasal dari fasilitas penahanan Sde Teiman, yang dikenal luas sebagai pusat penyiksaan dan pembunuhan tahanan Palestina.

Selain itu, hampir 2.000 tahanan Palestina telah dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran tersebut, dan banyak di antara mereka memberikan kesaksian tentang penyiksaan sistematis, kelaparan, dan penghinaan yang mereka alami selama dalam penahanan 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)