TEHERAN (Arrahmah.id) - Iran menyatakan telah memperingatkan sebuah kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat untuk mengubah arah saat mendekati perairan teritorial Iran di Teluk Oman, tetapi AS mengklaim konfrontasi tersebut "profesional" dan "tidak berdampak" pada misi angkatan lautnya.
Media pemerintah Iran menerbitkan video dan gambar insiden pada Rabu –pertemuan langsung pertama yang dilaporkan antara pasukan Iran dan AS sejak perang 12 hari antara Iran dan "Israel" pada Juni– yang diambil dari sebuah helikopter yang dikirim untuk menghadapi kapal perusak berpeluru kendali USS Fitzgerald.
"Kapal perusak AS 'Fitzgerald' berusaha mendekati perairan di bawah pengawasan Iran, dalam sebuah langkah provokatif", kata televisi pemerintah Iran.
Dalam rekaman video pertemuan yang dilaporkan, sebuah helikopter terlihat terbang di dekat kapal perang tersebut dan seorang awak Iran terdengar mengeluarkan apa yang tampak seperti peringatan radio dalam bahasa Inggris kepada kapal perang tersebut, memerintahkannya untuk mengubah arah saat mendekati perairan teritorial Iran sekitar pukul 10.00 waktu setempat, lansir Al Jazeera (24/7/2025).
Media pemerintah Iran menggambarkan pertemuan itu sebagai pertukaran yang menegangkan.
Kapal perusak AS dilaporkan merespons dengan mengancam akan menargetkan pesawat Iran jika tidak meninggalkan lokasi. Kapal tersebut akhirnya meninggalkan area tersebut setelah terus-menerus diperingatkan oleh militer Iran.
Komando Pusat AS membantah laporan ketegangan Iran, menyebut insiden itu sebagai "interaksi yang aman dan profesional".
Ketika ditanya tentang pertemuan tersebut, seorang pejabat pertahanan AS, yang berbicara dengan syarat anonim kepada kantor berita Reuters, juga meremehkan keseriusannya.
"Interaksi ini tidak berdampak pada misi USS Fitzgerald, dan laporan apa pun yang mengklaim sebaliknya adalah kebohongan dan upaya Korps Garda Revolusi Iran untuk menyebarkan informasi yang salah," kata pejabat itu.
Pejabat tersebut, yang mengatakan interaksi tersebut sepenuhnya terjadi di perairan internasional, mengidentifikasi pesawat tersebut sebagai helikopter SH-3 "Sea King" Iran.
Militer AS terlibat dalam perang "Israel" melawan Iran bulan lalu ketika mengebom situs nuklir Iran. Presiden AS Donald Trump memuji serangan itu sebagai keberhasilan "spektakuler" yang "menghancurkan" program nuklir Iran.
Namun, laporan media di AS, yang mengutip penilaian intelijen, menunjukkan bahwa kampanye tersebut hanya berhasil sebagian, dengan hanya satu dari tiga situs nuklir Iran –fasilitas Fordow– yang dilaporkan hancur.
Dalam wawancara yang disiarkan pada Rabu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran berkomitmen untuk melanjutkan program nuklirnya demi tujuan damai, dan bahwa negaranya siap menghadapi perang apa pun yang mungkin dilancarkan "Israel" terhadapnya di masa mendatang.
Ia menambahkan bahwa ia tidak optimistis dengan gencatan senjata antar-negara. (haninmazaya/arrahmah.id)
