Memuat...

Houthi Yaman Turun Gunung, Bantu Iran Serang 'Israel'

Hanoum
Senin, 30 Maret 2026 / 11 Syawal 1447 03:51
Houthi Yaman Turun Gunung, Bantu Iran Serang 'Israel'
Brigadir Jenderal Yahya Saree. [Foto: X]

SANAA (Arrahmah.id) -- Milisi Syiah Houthi di Yaman resmi terlibat dalam konflik regional dengan meluncurkan serangan rudal ke 'Israel', sebagai bentuk dukungan terhadap Iran di tengah perang yang semakin meluas di Timur Tengah.

Kelompok Houthi yang didukung Iran, seperti dilansir Reuters (29/3/2026), mengonfirmasi telah menembakkan rudal balistik ke wilayah 'Israel' pada 28 Maret 2026. Serangan tersebut menandai keterlibatan langsung mereka dalam perang antara Iran, 'Israel', dan sekutunya.

Militer 'Israel' menyatakan bahwa rudal yang ditembakkan dari Yaman berhasil dicegat sistem pertahanan udara, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, serangan ini dinilai sebagai eskalasi signifikan karena membuka front baru dalam konflik kawasan.

Houthi menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai solidaritas terhadap Iran dan apa yang mereka sebut sebagai “poros perlawanan”, termasuk kelompok di Lebanon, Irak, dan Palestina. Mereka juga menegaskan akan terus melanjutkan operasi militer hingga serangan terhadap Iran dan sekutunya dihentikan.

Sejumlah laporan menyebut keterlibatan Houthi berpotensi memperluas konflik menjadi perang multi-front, mengingat posisi strategis Yaman yang berada di jalur perdagangan penting seperti Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab. Ancaman terhadap jalur pelayaran global pun kembali meningkat.

Reuters juga melaporkan bahwa kelompok ini telah meluncurkan kombinasi rudal balistik, drone, dan rudal jelajah yang menargetkan situs militer 'Israel', memperlihatkan peningkatan kapasitas militer mereka dalam konflik regional.

Secara keseluruhan, masuknya Houthi ke dalam konflik menunjukkan semakin luasnya keterlibatan aktor-aktor regional dalam perang Iran-Israel. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi besar di Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada stabilitas global, termasuk sektor energi dan perdagangan internasional. (hanoum/arrahmah.id)