KABUL (Arrahmah.id) - Kementerian Martir dan Disabilitas Imarah Islam Afghanistan telah mengumumkan penyaluran 9 miliar Afghanis kepada anak yatim, penyandang disabilitas, dan janda selama lima bulan terakhir di seluruh negeri.
Seorang juru bicara kementerian menambahkan bahwa pencairan gaji tahap ketiga juga telah dimulai, dan tambahan bantuan kemanusiaan senilai $10 juta telah diberikan kepada mereka melalui berbagai organisasi, lansir Tolo News (27/10/2025).
Faisal Khamoosh, juru bicara Kementerian Syuhada dan Disabilitas, mengatakan: "Melalui yayasan dan lembaga amal, tahun ini, bantuan makanan dan non-makanan senilai $10 juta telah didistribusikan kepada keluarga yang memenuhi syarat."
Zebo, seorang perempuan berusia 50 tahun, telah mengasuh keempat anaknya yang yatim piatu selama sepuluh tahun terakhir. Meskipun ia menerima dukungan dari kementerian selama empat tahun, kesulitan hidup memaksanya untuk bermigrasi. Ia kini telah kembali ke negaranya dan meminta bantuan yang lebih besar untuk anak-anaknya.
Zebo mengatakan kepada Tolo News: "Kami meminta Imarah Islam untuk juga menyediakan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas. Saya memiliki keluarga beranggotakan lima orang. Tunjangan yang saya terima tidak cukup. Kami tinggal di rumah kontrakan."
Reza, seorang pria berusia 32 tahun, kehilangan kaki kanannya dalam sebuah ledakan. Seperti banyak penyandang disabilitas lainnya, ia meminta lebih banyak dukungan dari Kementerian Syuhada dan Penyandang Disabilitas dan juga dari para pengusaha Afghanistan.
Reza berkata: "Kami membesarkan empat anak. Tolong bantu agar anak-anak saya bisa bersekolah, memiliki masa depan yang cerah, dan bantu saya juga mencari pekerjaan."
Di kalangan masyarakat, terdapat pula rasa hormat dan simpati yang luas terhadap keluarga para syuhada dan penyandang disabilitas.
Mihan, seorang warga Kabul, berkata: "Demi tanah air ini, orang-orang telah kehilangan anggota tubuh atau nyawa mereka. Pemerintah harus mendukung mereka dan keluarga mereka."
Shafiqullah, warga Kabul lainnya, mengatakan: "Kita memiliki pebisnis nasional dan internasional. Mereka seharusnya membantu anak-anak yatim piatu dengan gizi dan pendidikan mereka, agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik."
Menurut statistik kementerian, 700.000 anak yatim, penyandang disabilitas, dan janda terdaftar di kementerian. Dari jumlah tersebut: 400.000 anak yatim piatu, 200.000 penyandang disabilitas, dan 100.000 janda. (haninmazaya/arrahmah.id)
