Memuat...

Ini Dia 5 Pejabat 'Israel' Pendukung Genosida Gaza

Hanoum
Jumat, 19 September 2025 / 27 Rabiulawal 1447 03:34
Ini Dia 5 Pejabat 'Israel' Pendukung Genosida Gaza
Seorang pria berjalan di antara mayat orang-orang yang tewas akibat pemboman Israel di Deir Balah, Gaza tengah. [Foto: Mahmud Hams/AFP/Getty Images]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB mengenai Wilayah Palestina yang Diduduki termasuk Yerusalem Timur dan Israel pada Selasa (16/9/2025) menyatakan 'Israel' melakukan genosida di Gaza. Pernyataan ini didasari antara lain karena adanya pernyataan-pernyataan sejumlah pejabat dan politikus 'Israel' yang dinilai sebagai niat genosida (dolus specialis).

Komisi Penyelidikan PBB menyatakan para pejabat 'Israel' telah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengindikasikan niat mereka untuk menghancurkan warga Palestina di Gaza sebagai suatu kelompok, sejak 7 Oktober 2023.

Berikut beberapa pernyataan pejabat dan politikus Israel yang dikutip dalam laporan Komisi Penyelidikan PBB tersebut.

1. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Pada 7 Oktober 2023 sore, Netanyahu bersumpah akan melakukan "pembalasan hebat" atas serangan yang dipimpin Hamas ke wilayah 'Israel' di hari yang sama.

Dia mengatakan pembalasan itu akan dilakukan terhadap "seluruh tempat di mana Hamas berada, bersembunyi, dan beroperasi, kota jahat itu, kita akan mengubahnya menjadi reruntuhan. Saya katakan kepada warga Gaza: pergi sekarang karena kami akan beroperasi keras di mana pun."

Komisi Penyelidikan PBB menilai penggunaan "kota jahat" mengindikasikan Netanyahu memandang keseluruhan Gaza bertanggung jawab dan menjadi target pembalasan.

Perintahnya agar warga Gaza pergi juga dinilai sebagai isyarat bahwa Netanyahu tidak membedakan antara kombatan dan warga sipil.

Terlebih, warga Palestina di Gaza tidak bisa ke mana-mana karena wilayah tersebut sudah dikepung 'Israel' sejak 2007.

2. Menteri Pertahanan 'Israel' Yoav Gallant

Pada 9 Oktober 2023, Menteri Pertahanan 'Israel' saat itu, Yoav Gallant, mengumumkan pengepungan total Gaza. Dia menyebut 'Israel' berperang melawan "manusia binatang" dan I'srael' harus "bertindak sesuai dengan itu."

Komisi Penyelidikan PBB juga mengutip pernyataan Gallant pada 10 Oktober 2023 saat berbicara di depan pasukan 'Israel'.

Dia mengatakan "Gaza tidak akan kembali ke keadaan sebelumnya. Tidak akan ada lagi Hamas. Kita akan menghapus semuanya."

3. Presiden Israel Isaac Herzog

Pada 13 Oktober 2023, Presiden 'Israel' Isaac Herzog menyatakan "keseluruhan bangsa di luar sana bertanggung jawab. Retorika mengenai warga sipil yang tidak tahu dan tidak terlibat adalah tidak benar. Ini sama sekali tidak benar."

4. Komandan Divisi Kendaraan Lapis Baja 36 Israel Brigjen David Bar Khalifa

Pada 29 Oktober 2023, Brigadir Jenderal David Bar Khalifa menyerukan campur tangan Ilahi dalam sebuah seruan kepada pasukannya.

"Kita akan mendatanginya (musuh) dalam perang, kita akan menghancurleburkan setiap tanah terkutuk dari mana ini berasal, kita akan menghancurkannya dan kenangan tentangnya... dan kita tidak akan kembali hingga ini dimusnahkan..."

"Tuhan akan memberikan kekuatan kepada orang-orang-Nya, dan Dia akan menjaga kalian yang keluar dan kalian yang datang, mulai saat ini seterusnya dan selamanya. Ini adalah perang kita, hari ini adalah giliran kita."

5. Pejabat senior pasukan 'Israel', Kolonel Erez Eshel

Pada 4 November 2023 di Beit Lahia, Gaza, Kolonel Erez Eshel dalam wawancara dengan sebuah kanal berita 'Israel' mengatakan "Ada balas dendam untuk apa yang telah mereka lakukan kepada kita... dalam 100 tahun mereka akan tahu bahwa Anda tidak boleh main-main dengan Yahudi."

"Akan membutuhkan bertahun-tahun untuk bangkit dari serangan ini... tempat ini akan menjadi tanah kosong. Mereka tidak akan bisa hidup di sini."

Komisi Penyelidikan PBB menilai banyak pernyataan dari pejabat-pejabat 'Israel' yang mengandung sentimen yang tidak memanusiakan dan menyulut kebencian serta kekerasan terhadap warga Palestina.

"Komisi menganggap pernyataan-pernyataan pejabat-pejabat 'Israel' ini beralasan untuk diinterpretasikan sebagai pernyataan yang mengekspresikan niat untuk menghancurkan kelompok warga Palestina di Gaza dan mereka (pernyataan-pernyataan tersebut) telah dijalankan seperti demikian oleh pasukan keamanan 'Israel' di Jalur Gaza," kata Komisi Penyelidikan PBB dalam laporannya. (hanoum/arrahmah.id)