BAGHDAD (Arrahman.id) -- Pemerintah Irak memperingatkan bahwa serangan roket dan drone di sekitar Bandara Baghdad telah membahayakan keamanan sebuah penjara dengan pengamanan tinggi yang menahan ribuan anggota kelompok militan Islamic State (ISIS). Fasilitas tersebut diketahui menampung militan ISIS yang baru dipindahkan dari Suriah, sehingga memunculkan kekhawatiran besar akan kemungkinan pelarian massal jika serangan terus berlanjut.
Kementerian Kehakiman Irak menyatakan, seperti dilansir Arab News (16/3/2026), bahwa beberapa proyektil mendarat sangat dekat dengan kompleks penjara Al-Karkh yang berada tidak jauh dari kawasan Bandara Internasional Baghdad. Serangan tersebut menyebabkan sejumlah korban luka di area sekitar bandara dan meningkatkan risiko terhadap fasilitas penahanan yang menampung ribuan tahanan terorisme.
Menurut pejabat keamanan Irak, penjara itu saat ini menahan lebih dari 5.000 hingga 5.700 anggota ISIS, termasuk sejumlah komandan dan pejuang asing. Banyak dari mereka sebelumnya ditahan di wilayah timur laut Suriah sebelum dipindahkan ke Irak sebagai bagian dari operasi yang didukung Amerika Serikat untuk mengamankan para militan tersebut setelah situasi keamanan di Suriah memburuk.
Juru bicara Kementerian Kehakiman Irak, Ahmed Laibi, menegaskan bahwa serangan di sekitar fasilitas tersebut sangat berbahaya karena dapat membuka peluang bagi para tahanan untuk melarikan diri atau memicu kerusuhan di dalam penjara. Ia menyebut ancaman terhadap fasilitas itu sebagai risiko serius bagi keamanan nasional Irak.
Para analis keamanan menilai bahwa keberadaan ribuan tahanan ISIS di satu lokasi membuat fasilitas tersebut menjadi target sensitif dalam konflik regional yang semakin memanas. Beberapa serangan drone dan roket di Irak dalam beberapa pekan terakhir juga dikaitkan dengan kelompok milisi bersenjata yang berafiliasi dengan Iran, yang aktif menyerang target yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.
Kekhawatiran mengenai keamanan penjara ISIS bukan tanpa alasan. Dalam beberapa kasus sebelumnya, kelompok ISIS pernah melancarkan serangan besar terhadap fasilitas penahanan untuk membebaskan anggotanya, termasuk serangan besar terhadap penjara di Suriah pada 2022 yang menyebabkan ratusan militan melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap kembali oleh pasukan keamanan.
Pemerintah Irak kini memperketat pengamanan di sekitar fasilitas penjara tersebut sambil memperingatkan bahwa eskalasi konflik regional dapat memperburuk situasi keamanan domestik. Para pejabat menegaskan bahwa jika fasilitas itu berhasil ditembus, dampaknya tidak hanya akan dirasakan Irak, tetapi juga dapat mengancam stabilitas keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)
