Memuat...

Pakistan Sebut Afghanistan Telah Lewati “Garis Merah”

Hanoum
Senin, 16 Maret 2026 / 27 Ramadan 1447 07:19
Pakistan Sebut Afghanistan Telah Lewati “Garis Merah”
Warga memeriksa lokasi kejadian setelah serangan di Kabul, Afghanistan, pada 13 Maret 2026. [Foto: AP/Barackatullah Popal.]

ISLAMABAD (Arrahmah.id) -- Pakistan memperingatkan Afghanistan bahwa pemerintah Imarah Islam Afghanistan (IIA) di Kabul telah “melewati garis merah” setelah serangkaian serangan drone yang menurut Islamabad menargetkan wilayah sipil di Pakistan. Pernyataan keras tersebut menandai meningkatnya ketegangan antara kedua negara bertetangga yang dalam beberapa pekan terakhir terlibat bentrokan militer lintas perbatasan.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyatakan, seperti dilansir AP News (15/3/2026), bahwa serangan drone yang diluncurkan dari wilayah Afghanistan terhadap daerah sipil di Pakistan merupakan pelanggaran serius terhadap keamanan negara. Ia menegaskan tindakan tersebut telah melampaui batas toleransi Islamabad.

“Pemerintah IIA telah melewati garis merah dengan mencoba menyerang warga sipil kami,” kata Zardari dalam pernyataannya.

Pernyataan itu muncul setelah Pakistan melaporkan bahwa beberapa drone yang diluncurkan dari Afghanistan berhasil dicegat, namun serpihan proyektil jatuh di wilayah Pakistan dan menyebabkan korban luka, termasuk anak-anak di kota Quetta. Insiden tersebut memperburuk hubungan yang sudah tegang antara kedua negara.

Tak lama setelah peringatan tersebut, militer Pakistan dilaporkan melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas yang diduga sebagai tempat penyimpanan drone di wilayah Kandahar, Afghanistan. Islamabad menyebut operasi itu sebagai langkah defensif untuk mencegah serangan lebih lanjut terhadap wilayahnya.

Sementara itu pemerintah IIA di Afghanistan menuduh Pakistan melakukan serangan udara ke sejumlah wilayah, termasuk di Kabul dan kawasan timur negara tersebut. Kabul mengklaim serangan itu menewaskan beberapa warga sipil dan melukai belasan orang, meskipun Pakistan membantah menargetkan area sipil.

Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan sebenarnya telah meningkat sejak awal 2026, ketika Pakistan melancarkan serangan udara terhadap kamp militan di wilayah Afghanistan yang menurut Islamabad terkait dengan kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Pakistan menuduh Kabul memberi perlindungan kepada kelompok militan tersebut, tuduhan yang dibantah pemerintah IIA.

Konflik lintas perbatasan ini kini menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah negara, termasuk Cina, menyerukan agar Pakistan dan Afghanistan menahan diri serta menyelesaikan perselisihan melalui dialog diplomatik guna mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Asia Selatan. (hanoum/arrahmah.id)