Memuat...

Iran Klaim Kejar Kapal Induk AS Abraham Lincoln hingga Mundur

Hanoum
Senin, 16 Maret 2026 / 27 Ramadan 1447 07:43
Iran Klaim Kejar Kapal Induk AS Abraham Lincoln hingga Mundur
Kapal induk USS Abraham Lincoln. [Foto: X]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Iran mengklaim telah menyerang dan mengejar kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln hingga mundur dari perairan dekat wilayahnya setelah dihantam rudal dan drone. Klaim tersebut disampaikan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) di tengah meningkatnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan 'Israel' di kawasan Timur Tengah.

The Guardian (15/3/2026) melaporkan bahwa IRGC menyatakan serangan dilakukan menggunakan rudal balistik dan drone tempur yang menargetkan kapal induk AS tersebut di wilayah perairan sekitar Laut Oman.

Menurut pernyataan Iran, serangan itu membuat kapal induk tersebut mengalami kerusakan dan memaksa kelompok tempur kapal induk itu menjauh dari wilayah operasi dekat Iran.

Beberapa laporan juga menyebut Iran mengklaim kapal induk tersebut mundur lebih dari ratusan kilometer dari posisi sebelumnya setelah serangan terjadi. IRGC menyebut operasi itu sebagai bagian dari respons terhadap operasi militer Amerika Serikat dan 'Israel' terhadap target-target Iran dalam konflik yang terus meningkat sejak akhir Februari 2026.

Namun pihak militer Amerika Serikat segera membantah klaim tersebut. Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln tidak mengalami kerusakan dan tetap beroperasi seperti biasa di kawasan tersebut. Washington juga menilai klaim Iran sebagai propaganda yang tidak berdasar di tengah perang informasi yang berkembang dalam konflik regional itu.

The Guardian menambahkan klaim serangan terhadap kapal induk tersebut muncul setelah IRGC mengumumkan telah meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah target militer Amerika di laut. Meski demikian, Pentagon menegaskan rudal-rudal tersebut tidak mengenai kapal induk yang menjadi target utama.

Ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam sejak pecahnya perang antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan 'Israel', yang memicu serangkaian serangan rudal, drone, serta ancaman terhadap jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz. Konflik yang meluas itu juga menimbulkan kekhawatiran global terhadap stabilitas keamanan dan pasokan energi dunia. (hanoum/arrahmah.id)