Memuat...

"Israel" Gunakan Kelaparan sebagai Senjata, 900 Warga Gaza Syahid Akibat Lapar Termasuk 71 Anak

Samir Musa
Ahad, 20 Juli 2025 / 25 Muharam 1447 19:42
"Israel" Gunakan Kelaparan sebagai Senjata, 900 Warga Gaza Syahid Akibat Lapar Termasuk 71 Anak
"Israel" Gunakan Kelaparan sebagai Senjata, 900 Warga Gaza Syahid Akibat Lapar Termasuk 71 Anak

GAZA (Arrahmah.id) – Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa lebih dari 900 warga Palestina telah syahid akibat kelaparan dan kekurangan gizi, termasuk 71 anak-anak, sejak dimulainya agresi genosida “Israel” di Jalur Gaza.

Selain itu, sekitar 6.000 warga lainnya mengalami luka-luka saat mencoba mencari makanan untuk bertahan hidup.

Dalam pembantaian terbaru yang dilakukan pasukan penjajah pada Ahad pagi (20/7), sebanyak 67 warga Palestina gugur, termasuk 63 orang yang sedang mengantri bantuan kemanusiaan, dalam serangan brutal di kawasan As-Sudaniyah, barat laut Kota Gaza. Puluhan lainnya mengalami luka serius.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penjajah “Israel” secara sistematis menggunakan kelaparan sebagai senjata perang, dan mengungkapkan bahwa anak-anak meninggal kelaparan di depan kamera dunia.

Kondisi kelaparan massal di Gaza kini telah mencapai tingkat yang katastrofik, dengan lebih dari dua juta penduduk menghadapi ancaman kelaparan akibat terus diblokirnya bantuan makanan dan obat-obatan.

Situasi kesehatan juga mengalami kehancuran total setelah pasukan pendudukan secara aktif mencegah masuknya suplai medis ke dalam wilayah yang terkepung.

Kemenkes Gaza meluncurkan seruan darurat, meminta semua pihak yang peduli untuk menekan penjajah agar membuka akses bantuan. “Dunia telah menulikan telinga terhadap jeritan anak-anak yang kelaparan di Gaza,” tegas pernyataan tersebut.

Anak-anak Gugur Karena Gizi Buruk

Krisis gizi memburuk. Sumber medis menyebutkan bahwa Razan Abu Zahir (4 tahun) gugur akibat komplikasi kekurangan gizi di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsha di Deir Al-Balah, di tengah kondisi sektor kesehatan yang lumpuh total akibat pengepungan.

Sementara itu, Rumah Sakit Nasser di Khan Younis mengumumkan bahwa Yahya Fadi An-Najjar (3 bulan) wafat akibat malnutrisi parah dan tidak tersedianya susu formula. Bayi itu datang dalam kondisi sangat kritis dan meninggal di unit perawatan intensif.

Sementara itu, jurnalis Palestina Muhammad Abu Sa’da dilarikan ke Rumah Sakit Asy-Syifa setelah kondisi kesehatannya memburuk akibat kelaparan yang ekstrem, menurut laporan medis.

Kemenkes juga menyebut bahwa tim medis dan para pasien di banyak rumah sakit Gaza tidak makan selama lebih dari 24 jam, yang mengancam kemampuan rumah sakit untuk terus beroperasi dan meningkatkan risiko kematian di kalangan pasien luka dan kronis.

Direktur Jaringan LSM Gaza turut menyampaikan seruan darurat, menyebut ada permintaan mendesak untuk membantu sekitar 100 penyandang disabilitas di tempat penampungan di Deir Al-Balah yang hidup dalam kondisi tanpa dukungan dan perawatan layak.

Pembantaian Terhadap Pencari Bantuan

Secara lapangan, rumah sakit Gaza melaporkan bahwa puluhan warga gugur sejak Ahad dini hari akibat tembakan tentara penjajah saat mereka hendak mendapatkan bantuan kemanusiaan.

Sebanyak 63 orang gugur dan puluhan lainnya terluka akibat serangan brutal di kawasan As-Sudaniyah ketika mereka sedang berusaha mencapai titik distribusi bantuan, menurut laporan Rumah Sakit Asy-Syifa.

Di wilayah utara Rafah, dua warga Palestina dibunuh oleh tembakan langsung dari pasukan penjajah di dekat titik bantuan. Penjajah juga melanjutkan penghancuran rumah-rumah di Hayy Asy-Syujaiyah, Gaza timur, disertai serangan artileri besar-besaran.

Ancaman Serangan Darat di Deir Al-Balah

Langit Gaza dan bagian utara Jalur Gaza kembali diliputi suara pesawat tempur penjajah. Juru bicara militer “Israel”, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga barat daya Deir Al-Balah, menyerukan mereka untuk menuju ke Al-Mawasi.

Menurut laporan lembaga penyiaran “Israel”, ini merupakan peringatan pertama sejak perang kembali dilanjutkan, yang menunjukkan bahwa penjajah tengah bersiap memperluas invasi darat ke wilayah tengah Gaza yang padat penduduk dan menampung banyak pengungsi.

Sejak 7 Oktober 2023, “Israel” melancarkan perang genosida brutal di Gaza yang telah mengakibatkan lebih dari 198.000 warga Palestina gugur atau terluka, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan wanita. Lebih dari 11.000 orang dinyatakan hilang.

Lembaga-lembaga Palestina dan internasional memperingatkan bahwa Gaza tengah mengalami fase terburuk dari kelaparan massal, sebagai akibat dari kebijakan “penghancuran dengan kelaparan” yang diterapkan oleh penjajah Zionis.

(Samirmusa/arrahmah.id)