Memuat...

JNIM Serang Penjara Mali dan Blokade Pangan Bamako

Hanoum
Kamis, 7 Mei 2026 / 20 Zulkaidah 1447 03:43
JNIM Serang Penjara Mali dan Blokade Pangan Bamako
Foto ilustrasi. [Foto: Credendo]

BAMAKO (Arrahmah.id) -- Kelompok militan Jama’at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) dilaporkan menyerbu sebuah penjara penting di Mali dan secara bersamaan memblokir jalur pasokan makanan menuju ibu kota Bamako, memperparah krisis keamanan dan kemanusiaan di negara Afrika Barat tersebut.

Menurut laporan Al Jazeera (6/5/2026), para militan JNIM menyerang fasilitas penahanan yang dikenal sebagai tempat menahan tahanan berprofil tinggi, sekaligus mengganggu jalur logistik utama yang memasok kebutuhan pangan ke Bamako.

Blokade ini bukan peristiwa tunggal. Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok JNIM dilaporkan telah memperluas operasinya dengan membangun pos pemeriksaan di sekitar Bamako dan memutus jalur transportasi utama, sehingga menghambat distribusi bahan bakar dan pangan.

Seorang analis keamanan regional, Boubacar Haidara, menyatakan bahwa strategi ini menunjukkan perubahan taktik kelompok bersenjata.

“Kelompok ini tidak hanya menyerang militer, tetapi juga mencoba melumpuhkan kota dengan memutus pasokan penting,” ujarnya, dikutip Al Jazeera.

Laporan lain dari Associated Press dan The Guardian juga mencatat bahwa situasi keamanan di Mali memburuk drastis setelah serangkaian serangan terkoordinasi oleh JNIM dan kelompok sekutunya, termasuk ancaman pengepungan terhadap Bamako yang dapat memperburuk krisis kemanusiaan.

Mali sendiri telah lama dilanda konflik bersenjata sejak 2012, dengan meningkatnya aktivitas kelompok ekstremis di wilayah Sahel yang memanfaatkan lemahnya kontrol pemerintah dan kondisi sosial-ekonomi yang rapuh.

Hingga saat ini, pemerintah Mali belum memberikan rincian lengkap terkait dampak langsung serangan terhadap penjara tersebut, namun otoritas keamanan dilaporkan tengah berupaya memulihkan akses logistik ke ibu kota dan menahan laju eskalasi konflik yang terus berkembang. (hanoum/arrahmah.id)