Memuat...

Militer "Israel" Mengeluarkan Perintah Evakuasi untuk Belasan Desa di Lebanon Selatan dan Bekaa Barat

Hanin Mazaya
Rabu, 6 Mei 2026 / 19 Zulkaidah 1447 17:18
Militer "Israel" Mengeluarkan Perintah Evakuasi untuk Belasan Desa di Lebanon Selatan dan Bekaa Barat
(Foto: AFP)

BEKAA (Arrahmah.id) - Militer "Israel" pada Rabu (6/5/2026) mengeluarkan peringatan evakuasi baru untuk selusin desa di Lebanon selatan dan Bekaa Barat menjelang serangan yang diperkirakan akan terjadi, meskipun ada gencatan senjata dengan Lebanon yang bertujuan untuk menghentikan pertempuran dengan Hizbullah yang didukung Iran.

“Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengevakuasi rumah Anda dan menjauh dari desa dan kota setidaknya sejauh 1.000 meter ke area terbuka,” tulis juru bicara militer berbahasa Arab, Avichay Adraee, di X, yang mencantumkan 12 desa, seperti dilansir AFP.

Meskipun ada perjanjian gencatan senjata, pasukan "Israel" dan Hizbullah telah saling baku tembak setiap hari, sebagian besar di Lebanon selatan.

"Israel" juga telah mengumumkan “garis kuning” yang membentang hingga 10 kilometer di dalam Lebanon selatan, di mana mereka telah menempatkan pasukan dan melarang penduduk untuk kembali.

Sebagian besar desa yang termasuk dalam peringatan evakuasi pada Rabu berada di utara Sungai Litani, di luar area yang diduduki oleh tentara "Israel".

Dalam pernyataan terpisah pada Rabu, militer mengatakan angkatan udaranya menyerang beberapa bangunan sehari sebelumnya yang digunakan oleh Hizbullah untuk tujuan militer.

“Bangunan-bangunan itu diserang saat teroris Hizbullah beroperasi di dalamnya, maju dan melakukan serangan teror terhadap tentara IDF dan negara 'Israel',” katanya.

“Selama serangan tersebut, beberapa teroris tewas.”

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada awal Maret, setelah Hizbullah menembakkan roket ke "Israel" sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dalam kampanye militer AS-Israel.

"Israel" menanggapi dengan serangan udara besar-besaran di seluruh Lebanon dan invasi darat di selatan.

Sejak itu, serangan "Israel" di Lebanon telah menewaskan lebih dari 2.700 orang, termasuk puluhan orang sejak gencatan senjata 17 April yang ditengahi oleh Washington antara perwakilan "Israel" dan Lebanon.

Militer "Israel" mengatakan mereka juga kehilangan 17 tentara dan seorang kontraktor sipil dalam pertempuran tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)