Memuat...

Kepolisian Scotland Yard menyatakan EDL bukan organ ekstrim, tidak terlalu berbahaya ?

Althaf
Ahad, 4 September 2011 / 6 Syawal 1432 10:00
Kepolisian Scotland Yard menyatakan EDL bukan organ ekstrim, tidak terlalu berbahaya ?
Kepolisian Scotland Yard menyatakan EDL bukan organ ekstrim, tidak terlalu berbahaya ?

LONDON (Arrahmah.com) - Kepolisian metropolitan Inggris menyatakan bahwa Liga Pertahanan Inggris (EDL) "bukan ekstrimis". Pihak kepolisian hanya mengirimkan 3.000 anggotanya untuk melakukan mendampingi demonstrasi EDL.

Scotland Yard telah dituduh meremehkan ancaman dari EDL setelah kepala unit pengawasan kelompok-kelompok SARA menyatakan EDL bukan organisasi ekstrimis.

Dalam sebuah surat elektronik yang diperoleh Guardian, Adrian Tudway, Koordinator Ektrimisme Domestik, menyatakan bahwa ia berpendapat EDL tidak ekstrim setelah membaca situs mereka.

Kelompok yang sudah jelas-jelas selalu mengobarkan kebencian terhadap Muslim itu rencananya akan mengadakan demonstrasi di di Menara Hamlets, London timur.

Polisi Metropolitan mengeluarkan larangan atas rencana EDL tersebut karena khawatir terjadi bentrokan dengan kelompok anti-fasis dan juga pemuda Muslim Inggris yang turun ke jalan dalam rangka membela komunitas mereka terhadap serangan rasis yang kian marak akhir-akhir ini.

Muslim Inggris mengeluhkan sikap polisi yang tidak cukup melindungi mereka dari aksi teror EDL.

Dalam email yang dikirim pada tanggal 27 April 2011, Tudway mengatakan kepada salah satu kelompok Muslim agar mereka mencoba berdialog dengan EDL, yang selama ini melakukan serangan dan mengarahkan permusuhan terhadap Muslim di Inggris.

Tudway menulis: "EDL dan sikap asli mereka tidak sama sekali memperlihatkan bahwa mereka adalah kelompok ekstrim kanan. Hal ini bisa Anda lihat dari materi yang mereka publikasikan di situs mereka. Mereka sama sekali jauh dari ekstrim kanan dan kekerasan."

"Seperti yang kita bahas saat terakhir kali kita bertemu, saya benar-benar ingin Anda membuka dialog langsung dengan mereka, yang mungkin merupakan cara terbaik untuk melibatkan mereka dan kembali mengarahkan aktivitas mereka."

Email Tudway dikirim ke Asosiasi Polisi Muslim Nasional yang telah menekan ia dan unitnya untuk memberi tindakan tegas pada para pelaku teror.

Zaheer Ahmad, ketua Asosiasi Polisi Muslim Nasional, mengatakan: "Ada anggapan kuat dalam komunitas Muslim bahwa kepolisian tidak menganggap ancaman ekstremisme sayap kanan ini serius. Persepsi ini cepat menjadi kenyataan ketika masyarakat menyaksikan ketidakkonsistenan pihak kepolisian. Pendekatan polisi yang terlampau santai terhadap demonstrasi EDL mengakibatkan penangkapan dan penuntutan terhadap mereka sangat minim dan tidak seimbang dengan apa yang sudah mereka lakukan.

"Persepsi masyarakat diperkuat oleh posisi Unit Ekstrimisme Domestik yang tidak melihat EDL sebagai ekstremis sayap kanan," lanjut Zahir.

"Ada cukup banyak bukti independen, yang tumbuh pada kecepatan mengejutkan, untuk menyoroti ancaman serius EDL untuk masyarakat kita."

Dan Hodges, dari lembaga nirlaba anti-fasisme Searchlight, mengatakan lembaganya telah secara resmi menyatakan agar polisi yang memiliki lebih banyak sumber daya harus mengkhususkan diri untuk melawan ancaman kekerasan ekstrim kanan.

"Sungguh mengejutkan mengingat banyak sekali catatan kekerasan, intimidasi, dan dukungan vokal terhadap EDL dari banyak anggota dan politisi sayap kanan," ungkap Hodges.

Dia mengatakan polisi harus mengklasifikasikan EDL sebagai ekstremis.

"Sulit untuk melihat apa yang bukti lebih lanjut yang menyebabkan polisi membuka mata dan menyatakan mereka sebagai ekstremis. Setiap demo EDL berakhir kacau dan rusuh," lanjutnya. (althaf/arrahmah.com)