DAMASKUS (Arrahmah.id) - Laporan mengenai masuknya juru bicara militer 'Israel' berbahasa Arab, Avichay Adraee, ke kota Qatana dekat Damaskus memicu kontroversi luas di seluruh Suriah.
Media-media 'Israel' seperti Maariv dan Kan sempat mengklaim bahwa Adraee telah menginjakkan kaki di Qatana, kota yang terletak hanya 20 km sebelah barat daya Damaskus, dan bahkan bertemu dengan warga setempat.
Namun, sumber-sumber Suriah mengonfirmasi kepada Syria TV bahwa Adraee sebenarnya tidak masuk ke kota Qatana, melainkan mengunjungi desa-desa di wilayah Pegunungan Hermon, yang secara administratif masih masuk distrik Qatana. Desa-desa itu mayoritas dihuni warga Druze, seperti Beq’asem, Arneh, Qalaat Jandal, dan Al-Rimah, semua berdekatan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki 'Israel'.
Foto-foto kunjungan Adraee, yang diambil oleh fotografer militer 'Israel' Rabih Basha, menunjukkan dirinya berjalan di antara desa-desa Druze dengan pengawalan tentara 'Israel'.
Dalam keterangan foto, kunjungan itu digambarkan sebagai “tur lapangan terhadap proyek-proyek sipil vital yang diawasi oleh tentara 'Israel' di tengah absennya lembaga-lembaga negara Suriah”. Bahkan disebutkan bahwa komunitas Druze di wilayah itu mengalami “represi”.
Koresponden militer 'Israel', Itay Blumental, juga membagikan ulang foto-foto tersebut, namun hanya menyebut bahwa lokasi kunjungan berada di “desa-desa Druze dekat Gunung Hermon dan pedesaan Damaskus” tanpa rincian spesifik.
Klaim "Sambutan Kerajaan" Dibantah
Sementara Maariv menggambarkan kunjungan Adraee ke wilayah Suriah itu sebagai mendapat “sambutan kerajaan”, media-media Suriah justru membantah keras klaim tersebut. Mereka menekankan bahwa militer 'Israel' tidak merilis informasi resmi tentang lokasi kunjungan ataupun rincian acaranya.
Kebenaran lokasi kunjungan justru diperkuat oleh foto-foto yang memperlihatkan papan nama desa bertuliskan “Jabal al-Sheikh - cabang Arneh” serta toko di Beq’asem yang menampilkan penanda lokasi yang dikenali warga lokal.
Sumber-sumber yang mengenal wilayah tersebut memastikan kepada The New Arab bahwa gambar-gambar itu memang diambil di Beq’asem, sebuah desa di perbatasan Golan yang diduduki 'Israel'.
Wilayah Qatana sendiri merupakan pusat administratif dari distrik luas yang terdiri dari empat subdistrik dan belasan desa. Karena itu, tidak mengherankan jika sumber 'Israel' menyebut Qatana secara longgar untuk merujuk wilayah sekitarnya.
Bukan Kunjungan Pertama
Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir Avichay Adraee terlihat berada di dalam wilayah Suriah.
Pada bulan April lalu, ia melakukan tur ke wilayah Quneitra, termasuk Kota Baath dan Qahatiyah. Saat itu, Adraee merilis video kepada warga Suriah, menyatakan bahwa 'Israel' “tidak berniat mencampuri urusan dalam negeri Suriah”, namun “tidak akan membiarkan kehadiran kelompok bersenjata atau ekstremis” di dekat wilayah Golan.
Kunjungan Kamis ini (31/7/2025) bertepatan dengan meningkatnya aktivitas drone dan helikopter 'Israel' di wilayah selatan Suriah, khususnya di provinsi Suweida.
Pada malam yang sama, pasukan 'Israel' dilaporkan memasuki kota Umm al-Azam di wilayah Quneitra dan menahan empat pria Suriah di dekat bendungan Al-Manatra. Mereka akhirnya dibebaskan, namun insiden itu terjadi di zona yang diklasifikasikan tentara 'Israel' sebagai kawasan militer tertutup. (zarahamala/arrahmah.id)
