Memuat...

Koalisi AS tarik pasukannya dari pangkalan ke-6 di Irak

Althaf
Rabu, 8 April 2020 / 15 Syakban 1441 18:14
Koalisi AS tarik pasukannya dari pangkalan ke-6 di Irak
U.S. Soldiers assigned to Bandit Troop, 1st Squadron, 3rd Cavalry Regiment and deployed in support of Combined Joint Task Force – Operation Inherent Resolve await aerial extraction via CH-47 Chinook during an aerial response force live-fire training exercise in Iraq, Oct. 31, 2018. A number of training initiatives, collectively known as the Iraqi Air Enterprise, is underway across the Iraqi Air Force, Army Aviation, and Air Defense Commands. Continued growth towards Iraqi Security Forces (ISF) self-sufficiency will permit the Coalition to adjust the role and number of Coalition forces in Iraq in response to changing support requirements of the ISF. (U.S. Army National Guard photo by 1st Lt. Leland White)

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Koalisi internasional pimpinan AS yang ditugaskan memerangi Daesh kemarin menarik diri dari pangkalan Abu Ghraib, sebelah barat ibukota Baghdad, Anadolu melaporkan, Selasa (7/4/2020).

Anadolu mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa pasukan koalisi telah mengembalikan kamp militer kepada Pasukan Keamanan Irak.

Seorang sumber militer, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan: "Pasukan Koalisi pada Selasa pagi (7/2) menarik diri dari pangkalan militernya di daerah Abu Ghraib." Dia menambahkan bahwa pasukan koalisi menyerahkan pangkalan itu kepada tentara Irak.

Pangkalan militer Abu Ghraib adalah pangkalan keenam untuk diserahkan kembali ke tentara Irak hanya dalam tiga minggu. Pangkalan itu digunakan oleh pasukan Perancis untuk melatih dan memberi nasihat kepada pasukan keamanan Irak dalam perang melawan Daesh.

Selama tiga minggu terakhir, pasukan koalisi internasional telah ditarik dari pangkalan K-1 di Kirkuk, Al-Qaim di dekat perbatasan Suriah, Qayyarah di Irak barat, pangkalan Al-Sqoor di dalam komando operasi Nineveh di Mosul, dan Al-Taqaddum Air Basis di provinsi Anbar.

Pada 25 Maret, Perancis memutuskan untuk menarik pasukannya dari Irak setelah mewabahnya coronavirus. (Althaf/arrahmah.com)