KURDISTAN (Arrahmah.id) -- Serangan drone pada Selasa (15/7/2025) menghancurkan ladang minyak yang dikelola perusahaan Amerika Serikat (AS) di wilayah otonomi Kurdistan, Irak.
Serangan drone ini terjadi saat gelombang serangan serupa marak menargetkan infrastruktur energi di wilayah otonomi Kurdistan beberapa waktu terakhir.
"Ladang minyak Sarsang di Provinsi Duhok terkena serangan. Ini merupakan aksi terorisme terhadap infrastruktur ekonomi vital Wilayah Kurdistan," ucap Kementerian Sumber Daya Alam Kurdistan, seperti dilansir AFP (15/7) .
HKN Energy, perusahaan AS yang mengelola ladang minyak Sarsang, melaporkan ledakan terjadi pada salah satu fasilitas produksinya di ladang minyak Sarsang pada Selasa (15/7) pagi, sekitar pukul 07.00 waktu setempat.
"Operasi di fasilitas yang terdampak telah dihentikan hingga lokasi diamankan," sebut HKN Energy dalam pernyataan resminya.
Serangan drone yang melanda area ladang minyak Sarsang ini sempat memicu kebakaran usai ledakan terjadi. Namun dilaporkan tidak ada korban jiwa.
Tim tanggap darurat setempat, sebut HKN Energy dalam pernyataan lanjutan, berhasil memadamkan kebakaran tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, telah terjadi serentetan serangan drone dan roket yang sebagian besar berdampak pada wilayah Kurdistan di Irak.
Irak yang sejak lama dilanda konflik, sering mengalami serangan-serangan semacam itu, yang seringkali dikaitkan dengan perebutan proksi regional.
Ledakan di ladang minyak Sarsang terjadi sehari setelah tiga serangan drone bermuatan peledak melanda wilayah Kurdistan, dengan satu drone di antaranya ditembak jatuh di dekat Bandara Arbil, yang menampung pasukan militer AS, dan dua drone lainnya menghantam ladang minyak Khurmala yang memicu kerusakan material.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
