Memuat...

Laporan Ungkap 'Israel' Pakai Bom MK-82 500 Pon AS dalam Serangan Mematikan ke Kafe Gaza

Zarah Amala
Kamis, 3 Juli 2025 / 8 Muharam 1447 10:01
Laporan Ungkap 'Israel' Pakai Bom MK-82 500 Pon AS dalam Serangan Mematikan ke Kafe Gaza
Warga Palestina memeriksa Kafe Al-Baqa setelah menjadi sasaran serangan udara 'Israel' di Kota Gaza bagian barat, pada 30 Juni 2025 (Foto oleh Majdi Fathi/NurPhoto via Getty Images)

GAZA (Arrahmah.id) — Militer 'Israel' menjatuhkan bom seberat 500 pon (sekitar 230 kg) buatan Amerika Serikat ke sebuah kafe di tepi pantai Gaza pada Senin lalu (30/6/2025). Serangan ini menewaskan sedikitnya 24 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya, menurut hasil investigasi The Guardian.

Para ahli persenjataan mengidentifikasi sisa-sisa bom sebagai bagian dari MK-82, bom serbaguna dengan daya ledak besar yang telah digunakan secara luas dalam operasi militer Amerika Serikat.

Di antara korban tewas terdapat anak-anak, seorang pembuat film ternama, jurnalis, serta seorang seniman. Puluhan lainnya mengalami luka-luka, termasuk anak-anak.

Serangan ini menargetkan al-Baqa Café, sebuah bangunan dua lantai yang dikenal ramai dikunjungi keluarga dan anak muda di Kota Gaza. Lokasi tersebut bukan termasuk zona evakuasi dan memiliki visibilitas jelas dari udara, menunjukkan bahwa militer 'Israel' kemungkinan mengetahui keberadaan warga sipil di sana. “Militer pasti tahu kafe itu penuh,” kata Gerry Simpson dari Human Rights Watch. “Serangan ini harus diselidiki sebagai kejahatan perang.”

Pelanggaran Hukum Internasional

Dr. Andrew Forde, pakar hukum HAM internasional dari Dublin City University, menegaskan bahwa penggunaan bom berat di kawasan sipil melanggar hukum humaniter internasional. “Sekalipun dengan teknologi penargetan terbaik, penggunaan bom seberat itu di area sempit hampir pasti menghasilkan korban sipil. Ini melanggar hukum internasional,” ujarnya.

Militer 'Israel' mengonfirmasi bahwa mereka memang melakukan serangan tersebut dan mengklaim telah mengambil langkah untuk meminimalkan korban sipil dengan pengawasan udara. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya, sebuah kawah besar menganga dan puluhan korban sipil berjatuhan.

Trevor Ball, mantan ahli bahan peledak militer AS, juga mengonfirmasi bahwa serpihan yang ditemukan cocok dengan bom MK-82 atau MPR500, jenis senjata udara berdaya ledak tinggi yang kerap digunakan dalam operasi militer Amerika.

Peran Amerika dalam Genosida

Tahun lalu, Amerika Serikat kembali mengizinkan pengiriman bom 500 pon ke 'Israel', meskipun dunia menyaksikan genosida yang berlangsung di Gaza.

Menurut laporan Reuters, sepanjang tahun pertama serangan Israel ke Gaza, AS telah mengirim sedikitnya: 14.000 bom MK-84 seberat 2.000 pon, 6.500 bom seberat 500 pon, 3.000 rudal Hellfire berpemandu presisi, 1.000 bom penembus bunker, 2.600 bom berdiameter kecil yang dijatuhkan dari udara, dan berbagai jenis amunisi lainnya.

Serangan terhadap kafe ini menjadi satu dari sekian banyak insiden yang menggambarkan eskalasi brutal 'Israel' terhadap warga sipil Palestina, dengan dukungan militer penuh dari Washington. (zarahamala/arrahmah.id)