Memuat...

Mahathir: Tidak ada hak untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota 'Israel'

Fath
Senin, 17 Desember 2018 / 10 Rabiulakhir 1440 12:35
Mahathir: Tidak ada hak untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota 'Israel'
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara kepada wartawan selama konferensi pers di Aula Besar Rakyat (GHOP) di Beijing, Cina, pada 20 Agustus 2018. [Foto: How Hwee Young - Pool / Getty Images]

BANGKOK (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Ahad (16/12/2018) mengkritik langkah Australia untuk mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota "Israel", dengan mengatakan negara-negara tersebut "tidak memiliki hak" untuk melakukannya.

Langkah Australia memindahkan kedutaannya mengikuti keputusan Presiden AS Donald Trump yang memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv.

"Yerusalem harus tetap seperti sekarang dan bukan ibu kota 'Israel'," kata Mahathir kepada Reuters di sela-sela acara di Bangkok.

"Yerusalem selalu di bawah Palestina, jadi mengapa mereka mengambil inisiatif untuk membagi Yerusalem bukan milik mereka, tetapi untuk membagi orang Arab dan orang Yahudi? Mereka tidak punya hak," tambahnya.

"Israel" menganggap semua Yerusalem sebagai ibukotanya, termasuk sektor timur yang dianeksasi dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional, setelah perang Timur Tengah 1967.

(fath/arrahmah.com)