KABUL (Arrahmah.id) - Menteri Pertahanan Imarah Islam Afghanistan mengatakan Kabul berupaya membangun hubungan dengan Islamabad berdasarkan prinsip-prinsip bertetangga baik dan perluasan perdagangan.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Mawlawi Mohammad Yaqoob Mujahid menyatakan bahwa ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan tidak menguntungkan kedua belah pihak dan menekankan keinginan Kabul untuk menyelesaikan tantangan melalui dialog.
Ia berkata: "Afghanistan dan Pakistan adalah negara tetangga. Ketegangan di antara mereka tidak menguntungkan siapa pun. Hubungan mereka harus didasarkan pada rasa saling menghormati dan prinsip-prinsip bertetangga baik."
Mengacu pada perjanjian Doha antara kedua negara, ia mencatat bahwa pertemuan mendatang di Turki akan berfokus pada mekanisme implementasi dan pemantauan perjanjian tersebut, lansir Tolo News (20/10/2025).
Mujahid menekankan bahwa semua pihak harus tetap berkomitmen pada setiap ketentuan perjanjian. Ia menambahkan bahwa Kabul berkomitmen penuh pada ketentuan-ketentuan tersebut, dan memperingatkan: "Jika Pakistan tidak memenuhi kewajibannya, hal itu akan menimbulkan masalah."
Ia juga meminta negara-negara mediasi seperti Turki dan Qatar untuk membantu implementasi perjanjian antara Kabul dan Islamabad.
Menanggapi pertanyaan tentang dugaan peran India dalam ketegangan baru-baru ini antara Afghanistan dan Pakistan, Menteri Pertahanan Afghanistan menepis tuduhan tersebut sebagai tuduhan yang tidak berdasar.
Ia menyatakan: "Tuduhan-tuduhan ini tidak berdasar. Kebijakan kami tidak akan pernah melibatkan penggunaan wilayah kami untuk melawan negara lain. Kami menjaga hubungan dengan India sebagai negara merdeka dan akan memperkuat ikatan tersebut dalam kerangka kepentingan nasional kami. Pada saat yang sama, kami akan menjaga hubungan kami dengan Pakistan berdasarkan prinsip bertetangga baik. Tujuan kami adalah memperluas hubungan, bukan menciptakan ketegangan. Tuduhan Pakistan tidak berdasar, tidak logis, dan tidak dapat diterima."
Mawlawi Mohammad Yaqoob Mujahid lebih lanjut menekankan bahwa jika ada negara yang menyerang Afghanistan, mereka akan "dengan berani" mempertahankan tanah air mereka, seraya mencatat bahwa rakyat Afghanistan memiliki sejarah panjang dalam membela tanah air mereka.
Menteri Pertahanan negara itu juga menyatakan bahwa Pakistan melabeli lawan-lawan politiknya sebagai "teroris."
Yaqoob Mujahid menambahkan bahwa tidak pernah ada definisi yang jelas tentang istilah "teroris."
Ia menekankan bahwa kebijakan Emirat Islam Afghanistan bukanlah mendukung kelompok bersenjata melawan negara lain, termasuk Pakistan. (hanin/arrahmah.id)
