GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan "Israel" terus membombardir Gaza, menewaskan sedikitnya 52 warga Palestina di seluruh Jalur Gaza pada Sabtu (19/4/2025).
Hal tersebut terjadai saat Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu bersumpah untuk mengintensifkan perang di Gaza setelah Hamas menolak proposal "Israel" untuk gencatan senjata sementara dan menuntut kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan imbalan tawanan, lansir Al Jazeera.
“Saya telah memerintahkan untuk merespons dengan tegas dan semakin meningkatkan tekanan terhadap Hamas, ujar Netanyahu dalam sebuah pidato video yang ia rilis.
"Sejak awal perang, kami telah mendengar seruan agar perang ini diakhiri -agar perang berakhir dengan penyerahan diri, dan seruan ini semakin meningkat akhir-akhir ini. Jika saya menyerah pada seruan-seruan ini, kami tidak akan memasuki Rafah, kami tidak akan menduduki Philadelphia, kami tidak akan melaksanakan Operasi Pager, kami tidak akan menyingkirkan Kepala Biro Politik Hamas Yahya Sinwar, pemimpin militer Hamas Mohammed Deif, Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniya dan bahkan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, kami tidak akan menciptakan kondisi untuk jatuhnya rezim Presiden Suriah Bashar al Assad dan pukulan telak bagi poros Iran, dan kami tidak akan mengubah wajah Timur Tengah," klaimnya.
Sementara itu, militer pendudukan "Israel" mengatakan bahwa pejuang Hamas telah membunuh seorang tentara "Israel" berusia 35 tahun dan melukai lima orang lainnya di bagian utara Jalur Gaza pada Sabtu (19/4).
The Times of Israel mengklaim bahwa anggota Brigade Utara tersebut adalah orang pertama yang terbunuh di daerah kantong tersebut sejak "Israel" melanjutkan serangannya ke Gaza pada 18 Maret.
Ditambahkan bahwa tiga dari lima orang yang terluka berada dalam kondisi serius. (haninmazaya/arrahmah.id)
