Memuat...

Pasukan 'Israel' Diduga Masuk Perbatasan Suriah, Perang Darat Dimulai?

Hanoum
Rabu, 11 Maret 2026 / 22 Ramadan 1447 06:52
Pasukan 'Israel' Diduga Masuk Perbatasan Suriah, Perang Darat Dimulai?
Pasukan keamanan Israel meninggalkan lokasi dengan helikopter di dekat tempat serangan yang dilaporkan terjadi dari Lebanon di desa Majdal Shams di wilayah Golan yang dianeksasi Israel pada 27 Juli 2024. [Foto: Reuters]

LEBANON (Arrahmah.id) -- Milisi Syiah Hizbullah mengklaim pasukan 'Israel' mulai memasuki wilayah konflik melalui perbatasan Suriah, menandai kemungkinan dimulainya operasi darat baru dalam perang yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah. Klaim tersebut muncul setelah laporan mengenai pendaratan pasukan 'Israel' dengan helikopter di wilayah dekat perbatasan Lebanon–Suriah.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters (9/3/2026), Hizbullah mengatakan sejumlah helikopter militer 'Israel' menurunkan pasukan di area perbatasan sebelum bergerak menuju wilayah Lebanon bagian timur. Hizbullah mengaku telah menghadapi pasukan yang mencoba menyusup tersebut dengan tembakan senjata berat.

Namun militer 'Israel' menyatakan tidak mengetahui adanya bentrokan seperti yang diklaim Hizbullah. Pejabat 'Israel' mengatakan pihaknya tidak memiliki informasi mengenai pertempuran dengan kelompok tersebut di wilayah perbatasan Suriah, sehingga klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Beberapa laporan media internasional menyebutkan bahwa pasukan 'Israel' memang melakukan operasi militer di wilayah perbatasan timur Lebanon, termasuk pendaratan pasukan khusus yang kemudian terlibat kontak senjata dengan kelompok bersenjata setempat. Operasi tersebut dilaporkan memicu pertempuran sengit dan serangkaian serangan udara di kawasan tersebut.

Serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi konflik antara 'Israel' dan Hizbullah yang semakin meningkat sejak pecahnya perang regional yang melibatkan Iran. 'Israel' dalam beberapa hari terakhir meningkatkan serangan udara di Lebanon dan wilayah perbatasan sebagai respons terhadap serangan roket dan drone yang diluncurkan kelompok yang didukung Iran itu.

Konflik ini juga memicu kekhawatiran pembukaan front baru di kawasan utara 'Israel'. Sejumlah analis keamanan menilai penggunaan wilayah Suriah sebagai jalur operasi militer dapat memperluas medan perang, mengingat Suriah telah lama menjadi arena aktivitas militer Iran dan kelompok sekutunya di kawasan tersebut.

Perang antara 'Israel' dan Hezbollah sendiri telah menyebabkan ratusan korban jiwa dan memicu eksodus besar warga sipil di Lebanon selatan. Dengan meningkatnya operasi militer di sepanjang perbatasan Suriah dan Lebanon, para pengamat memperingatkan konflik ini berpotensi berkembang menjadi perang regional yang lebih luas. (hanoum/arrahmah.id)