Memuat...

Senator AS Ancam Saudi Agar Ikut Serang Iran

Hanoum
Rabu, 11 Maret 2026 / 22 Ramadan 1447 06:23
Senator AS Ancam Saudi Agar Ikut Serang Iran
Foto ilustrasi. [Foto: Youtube]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Seorang senator Amerika Serikat (AS) mengancam Arab Saudi dengan konsekuensi politik dan keamanan jika Riyadh menolak bergabung dalam operasi militer melawan Iran, menyusul serangan rudal dan drone Teheran yang menghantam wilayah Saudi termasuk kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh. Pernyataan tersebut memperlihatkan meningkatnya tekanan Washington terhadap sekutu Teluknya agar terlibat langsung dalam konflik regional yang terus meluas.

Senator Partai Republik Lindsey Graham memperingatkan, seperti dilansir Iran International (10/3/2026), bahwa hubungan pertahanan antara Washington dan Riyadh dapat dipertimbangkan ulang jika kerajaan tersebut tetap menolak ikut serta dalam kampanye militer yang dipimpin Amerika Serikat dan 'Israel' terhadap Iran. Ia mengatakan bahwa serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh seharusnya menjadi alasan bagi Arab Saudi untuk turut berperang bersama sekutunya.

Dalam pernyataan publiknya, Graham mempertanyakan mengapa Washington harus mempertahankan perjanjian pertahanan dengan Riyadh jika kerajaan tersebut tidak bersedia menggunakan kekuatan militernya untuk menghadapi Iran. Ia bahkan memperingatkan bahwa “akan ada konsekuensi” jika negara-negara Teluk tidak meningkatkan keterlibatan mereka dalam konflik tersebut.

Tekanan politik itu muncul setelah Iran melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap target Amerika dan sekutunya di kawasan. Sejumlah rudal dan drone Iran dilaporkan menyerang fasilitas di Arab Saudi, termasuk kompleks diplomatik AS di Riyadh yang mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Meski demikian, pemerintah Saudi sejauh ini cenderung berhati-hati dan tidak secara terbuka bergabung dalam operasi militer terhadap Iran. Riyadh hanya menegaskan haknya untuk mempertahankan keamanan nasional sambil mendorong upaya meredakan ketegangan di kawasan.

Konflik antara AS, 'Israel', dan Iran sendiri terus meluas sejak serangan udara besar terhadap Iran pada akhir Februari. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone ke berbagai negara di Timur Tengah, termasuk Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Barat.

Para analis menilai pernyataan Graham menunjukkan adanya tekanan kuat dari sebagian kalangan politik di Washington agar sekutu regional seperti Arab Saudi dan negara-negara Teluk mengambil peran militer lebih besar dalam perang melawan Iran, sebuah langkah yang berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)