GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' menyerbu kapal Handala pada Sabtu malam (26/7/2025) saat kapal itu mendekati pesisir Jalur Gaza, hampir satu pekan setelah berlayar dari pelabuhan Gallipoli, Italia.
Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan para tentara 'Israel' menaiki kapal tersebut, yang membawa para aktivis internasional yang berusaha menembus blokade Gaza yang kini memasuki tahun ke-17.
Koalisi Freedom Flotilla melaporkan bahwa militer 'Israel' menyerang Handala saat kapal masih berada di perairan internasional.
Sebelum seluruh komunikasi dengan kapal terputus, kru sempat mengirim sinyal darurat setelah pasukan 'Israel' mulai mendekat.
Sebelumnya pada malam yang sama, Komite Internasional untuk Pembebasan Gaza dari Blokade mengumumkan bahwa sebuah drone 'Israel' terlihat mengintai di atas kapal, menyusul laporan bahwa pasukan 'Israel' tengah bersiap mencegatnya.
Komite tersebut memperingatkan bahwa jika kapal disita, semua orang di atas kapal, termasuk anggota parlemen Eropa, seniman, dan jurnalis, akan melancarkan aksi mogok makan tanpa batas waktu sebagai bentuk protes.
Handala membawa 21 aktivis internasional dari berbagai negara dalam upaya terbaru untuk menantang blokade 'Israel' atas Gaza dan menyampaikan pesan solidaritas.
Sejak berangkat pada Ahad lalu (20/7), Koalisi Freedom Flotilla menyiarkan langsung perjalanan kapal melalui kanal YouTube mereka, membagikan data radar dan pembaruan situasi secara waktu nyata kepada publik.
Handala mulai berlayar pada 13 Juli dari pelabuhan Syracuse, Italia, lalu singgah sebentar di Gallipoli pada 15 Juli untuk memperbaiki masalah teknis. Kapal kemudian melanjutkan pelayarannya pada 20 Juli.
Sebelumnya, pada 9 Juni, pasukan 'Israel' juga telah menyita kapal Madleen di perairan internasional saat berusaha mengirim bantuan ke Gaza. Sebanyak 12 aktivis internasional di atas kapal tersebut ditangkap dan kemudian dideportasi setelah dipaksa menandatangani surat pernyataan bahwa mereka tidak akan kembali. (zarahamala/arrahmah.id)
