GAZA (Arrahmah.id) - Kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza, termasuk Saraya al-Quds (sayap militer Jihad Islam) dan Brigade al-Qassam (sayap militer Hamas), mengumumkan keberhasilan mereka dalam melancarkan serangkaian operasi militer terhadap posisi dan kendaraan militer 'Israel' di berbagai titik pertempuran, baik di utara maupun selatan Gaza.
Dalam pernyataannya, Saraya al-Quds menyatakan bahwa mereka menargetkan pusat komando dan kendali militer 'Israel' di sekitar Masjid Khudrah, sebelah utara Khan Yunis, menggunakan rudal presisi. Mereka mengklaim terjadi ledakan langsung dan kerusakan parah pada struktur pos militer tersebut.
Salah satu video yang dibagikan melalui kanal Telegram menunjukkan detik-detik ledakan besar saat kendaraan lapis baja 'Israel' dihantam ranjau anti-tank Zilzal-4 di kawasan Hayy al-Tuffah, timur Kota Gaza. Tayangan tersebut memperlihatkan bola api dan kepulan asap pekat membumbung dari lokasi serangan.
Di lokasi berbeda, sebuah buldozer militer 'Israel' meledak akibat jebakan ranjau yang telah ditanam sebelumnya oleh pejuang Saraya al-Quds di lingkungan al-Huda, Hayy al-Shuja'iyya, sebelah timur Kota Gaza. Serangan tersebut diklaim berhasil melumpuhkan kendaraan dan memaksa pasukan pendudukan mundur.
Serangan Gabungan: Mortir Guncang Barisan 'Israel' di Khan Yunis
Kelompok ini juga menyebut telah melakukan serangan mortir kaliber 60mm dalam operasi gabungan dengan Brigade Abu Ali Mustafa, sayap militer dari Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP). Serangan diarahkan ke konsentrasi pasukan 'Israel' di Jalan al-Badawi, barat laut Khan Yunis.
Sementara itu, Brigade al-Qassam merilis laporan serangan pada Rabu (2/7/2025), di mana mereka menyatakan menembakkan proyektil anti-tank Yassin 105 ke arah kendaraan pengangkut pasukan 'Israel' di dekat Jalan al-Mujamma’ al-Islami di Khan Younis. Dampak ledakan diklaim menyulut kebakaran hebat, dan helikopter 'Israel' dikerahkan untuk evakuasi darurat.
Menurut data yang dikutip dari Radio Militer 'Israel', sejak 'Israel' melanjutkan invasinya pada 18 Maret 2025, sebanyak 30 prajurit 'Israel' tewas, termasuk 21 akibat ledakan ranjau dan jebakan yang ditempatkan pejuang perlawanan. Namun, menurut pengamat jumlah yang dipublikasi 'Israel' lebih sedikit dari pada fakta yang sebenarnya. (zarahamala/arrahmah.id)
