Memuat...

Pemerintah Malaysia memburu wanita yang umrah dengan pakaian ihram laki-laki

Rafa
Selasa, 16 Agustus 2022 / 19 Muharam 1444 07:27
Pemerintah Malaysia memburu wanita yang umrah dengan pakaian ihram laki-laki
A Muslim pilgrim walks with his son along the road in the Mina valley five kilometres (three miles) east of the Saudi Arabian holy city of Mecca, on November 14, 2010, as some 2.5 million Muslim pilgrims descend on the holy city for the annual Hajj pilgrimage. The passage to Mina marks the official launch of the hajj on the eighth day of the Muslim calendar month of Dhul Hijja. The day is known as Tarwiah (Watering) as pilgrims in the past stopped at Mina to water their animals and stock up for the trip to Mount Arafat. AFP PHOTO / MUSTAFA OZER (Photo credit should read MUSTAFA OZER/AFP/Getty Images)

PAHANG (Arrahmah.id) - Pemeritnah Malaysia memburu wanita yang mengenakan kain ihram pria saat umrah. Hal tersebut diketahui setelah video terkait wanita yang diduga berasal dari Malaysia tersebut menjadi viral di dunia maya.

Menteri Agama Malaysia, Idris Ahmad, mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai kabar viral tersebut. Ia pun menyerukan tindakan tegas jika wanita dalam video itu memang benar-benar warga Malaysia.

"Saya khawatir mendengar berita viral seorang perempuan menjalankan umrah menggunakan kain jamaah pria, ihram. Ini masalah keagamaan dan akan ada tindakan," ujar Idris, seperti dilansir The Star akhir pekan lalu.

Idris mengaku sudah menghubungi Kementerian Dalam Negeri untuk menggelar penyelidikan ketika warga tersebut tiba di Malaysia.

"Saya juga menghubungi Kementerian Pariwisata, Kesenian, dan Kebudayaan, untuk memastikan dugaan itu benar. Tindakan tegas juga akan diterapkan terhadap agen yang mengurus perjalanan umrah ini," kata Idris kepada New Straits Times.

Tak hanya pemerintah, sejumlah pemuka agama juga mengecam tindakan warga tersebut. Mufti Pahang, Abdul Rahman Osman, bahkan menyebut kelakuan warga itu dosa.

"Pertama, hukumnya ketika perempuan menyamar sebagai pria atau sebaliknya itu haram. Berarti itu dosa . Orang ini tak akan mendapatkan rahmat Allah," ucapnya.

Kehebohan ini bermula ketika viral sejumlah foto dan video yang memperlihatkan seorang perempuan menggunakan ihram pria di Mekkah.

Salah satu video memperlihatkan perempuan itu melenggang ke arah Rawdah, salah satu bagian dari Masjid Nabawi.

Setiap unggahan yang memperlihatkan kelakuan perempuan itu selalu dibanjiri komentar warganet. Menurut mereka, perempuan harus menutupi auratnya.

"Seorang perempuan harus melindungi seluruh auratnya ketika umrah. Jika tidak, umrah-nya tidak sah, yang berarti ia harus membayar denda dan menjalani umrah ulang," kata Abdul Rahman. (rafa/arrahmah.id)