Memuat...

Perlawanan Targetkan Pos Pemeriksaan saat Tentara ‘Israel’ Serang Kota-kota di Tepi Barat

Zarah Amala
Kamis, 2 Januari 2025 / 3 Rajab 1446 09:01
Perlawanan Targetkan Pos Pemeriksaan saat Tentara ‘Israel’ Serang Kota-kota di Tepi Barat
Tentara ‘Israel’ di Tepi Barat yang diduduki. (Foto: via media sosial)

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Bentrokan meningkat di Tepi Barat saat Brigade Syuhada Al-Aqsa menargetkan pasukan ‘Israel’, sementara penggerebekan dan serangan pemukim terus berlanjut di seluruh wilayah Palestina.

Brigade Syuhada Al-Aqsa, sayap militer gerakan Palestina Fatah, menargetkan pos pemeriksaan militer ‘Israel’ di Awarta, sebelah selatan Nablus di Tepi Barat yang diduduki, dengan rentetan tembakan, yang mengakibatkan "serangan langsung" terhadap pasukan pendudukan, kata kelompok perlawanan itu pada Rabu (1/1/2025).

“Para pejuang kami kembali ke markas mereka dengan selamat,” kelompok itu menambahkan setelah serangan pada Selasa malam (31/12/2024).

Dalam insiden terpisah pada Rabu pagi (1/1), Brigade tersebut menghadapi serangan ‘Israel’ ke kamp pengungsi Balata, sebelah timur Nablus, demikian laporan Al Mayadeen, yang mengakibatkan konfrontasi sengit.

Di Tubas, para pejuang Brigade terlibat dalam pertempuran sengit dengan pasukan ‘Israel’ di sekitar kamp pengungsi Fara'a, menurut Al Mayadeen.

Serangan ‘Israel’

Sementara itu, pasukan pendudukan ‘Israel’ menyerbu kamp pengungsi Balata, disertai dengan buldoser militer, tambah laporan itu. Pasukan pendudukan melepaskan tembakan gencar saat mereka menyerbu beberapa rumah, menggeledah barang-barang dan menyebabkan kerusakan yang meluas.

Tentara ‘Israel’ juga menyerbu kota Tamoun dan daerah sekitarnya dekat kamp pengungsi Fara'a di selatan Tubas.

Pasukan pendudukan, yang didukung oleh patroli militer dan buldoser, melewati desa-desa al-Nasariya dan Wadi al-Fara'a. Drone pengintai ‘Israel’ terlihat di udara selama operasi berlangsung, sementara suara tembakan terdengar selama penyerbuan, menurut Al Mayadeen.

Beberapa Ditahan

Pasukan pendudukan ‘Israel’ pada Rabu (1/1) menahan sedikitnya 22 warga Palestina dari berbagai bagian Tepi Barat yang diduduki, menurut kantor berita resmi Palestina WAFA.

Empat warga Palestina, termasuk dua bersaudara, ditahan selama penggerebekan di kota Dora, barat daya Hebron (Al Khalil).

Di distrik Hebron, pasukan pendudukan menahan dua warga Palestina dari kota Ash-Shuyoukh, timur laut Hebron, dan menggeledah rumah mereka. Mereka melakukan penggerebekan serupa di kota Bani Naim, timur Hebron, yang mengakibatkan penahanan dua orang lainnya.

Di distrik Salfit, pasukan pendudukan menerobos masuk ke kota Deir Istiya, menggeledah beberapa rumah dan menahan lima penduduk, termasuk dua bersaudara, demikian laporan WAFA.

Mereka juga melakukan penggerebekan di kota Hares, barat laut Salfit, yang mengakibatkan penahanan empat orang lainnya.

Sebuah konvoi kendaraan militer dan sebuah buldoser menyerbu Tammun, tenggara Tubas, lapor WAFA, di mana tentara yang bersenjata lengkap menahan lima orang lainnya; seorang ayah bersama kedua putranya dan dua saudara lelakinya.

Drone Pengawas

Tentara ‘Israel’ juga menyerbu kota itu dari arah pos pemeriksaan militer Hamra, sementara pesawat pengintai tak berawak melayang di atasnya.

Pasukan pendudukan juga menyerbu rumah dua bersaudara di kota Beit Fajjar, selatan Betlehem, lapor WAFA, dan melakukan penggerebekan serupa di kota al-Khader serta di desa Marah Rabah dan Harmala.

Menurut angka terbaru dari Addameer, Asosiasi Dukungan Tahanan Palestina dan Hak Asasi Manusia, saat ini ada 10.300 tahanan politik Palestina di penjara dan pusat penahanan ‘Israel’, termasuk 345 anak-anak dan 89 tahanan wanita, lansir WAFA.

Jumlah ini termasuk 3.428 warga Palestina yang ditempatkan di bawah penahanan administratif, yang memungkinkan penahanan warga Palestina tanpa dakwaan atau pengadilan untuk jangka waktu yang dapat diperbarui berkisar antara tiga hingga enam bulan berdasarkan bukti yang tidak diungkapkan bahwa bahkan pengacara tahanan pun dilarang untuk melihatnya. (zarahamala/arrahmah.id)