Memuat...

Rakyat Suriah tuntut kematian Assad, 14 demonstran tewas

Althaf
Sabtu, 13 Agustus 2011 / 14 Ramadan 1432 11:35
Rakyat Suriah tuntut kematian Assad, 14 demonstran tewas
Rakyat Suriah tuntut kematian Assad, 14 demonstran tewas

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Puluhan ribu pengunjuk rasa Suriah berteriak menuntut kematian Presiden Bashar Assad pada hari Jumat (12/8/2011) di tengah eskalasi kemarahan dan frustasi mereka atas perlakuan rezim yang mengirimkan para penembak jitu untuk menembaki rakyatnya sendiri dan serangan militer yang terus meningkat di kota-kota yang didominasi pemberontakan, sejumlah aktivis dan saksi mengatakan.

Dalam aksi tersebut, pasukan pemerintah membunuh setidaknya 14 pengunjuk rasa, menurut keterangan salah satu kelompok hak asasi manusia.

Seruan untuk mengeksekusi Assad adalah salah satu sinyal memuncaknya kemarahan rakyat Suriah sejak pemberontakan meletus pada bulan Maret yang pada mulanya hanya berupa tuntutan sederhana untuk mengubah regulasi, bukan menuntut perubahan rezim. Protes berubah secara dramatis selama lima bulan berikutnya, sebagian didorong oleh kemarahan atas kekerasan berdarah yang dilakukan pemerintah yang menewaskan sedikitnya 1.700 warga sipil.

Menteri luar negeri AS, Hillary Rodham Clinton, pada Jumat (12/8) mendesak negara-negara di dunia untuk berhenti membeli minyak dan gas Suriah atau menjual senjata pada rezim Assad.

Di kota-kota di sekitar Suriah, demonstran meneriakkan, "Rakyat ingin mengeksekusi presiden!" selama demonstrasi yang diikuti oleh reaksi kejam dari pasukan militer dan kelompok bersenjata pro-pemerintah yang beroperasi atas nama rezim.

Pasukan keamanan berusaha membubarkan protes di sekitar Damaskus, di pusat kota Homs dan di tempat lain, dengan menembakkan peluru dan gas air mata.

Protes serupa juga digelar kemarin (12/8) di kota Hama dan di kota Deir el-Zour, di mana pasukan pemerintah merebut kontrol dalam serangan militer besar seminggu yang lalu. Hal ini memperlihatkan bahwa pasukan Assad tidak dapat menggentarkan pengunjuk rasa untuk keluar dari rumah mereka.

Para pengunjuk rasa Hama harus berjuang keras untuk mempertahankan diri setelah sejumlah tentara menjepit di jalanan, kata saksi. Penembak jitu yang ditempatkan di atap, dan pasukan mengepung masjid serta mendirikan pos pemeriksaan untuk mencegah setiap aksi protes.

"Ada pos pemeriksaan keamanan setiap 200 meter, mereka memiliki daftar dan mereka berusaha memburu orang-orang... masjid-masjid dikelilingi oleh tentara," kata seorang aktivis Hama pada Associated Press melalui telepon.

Puluhan tentara dikerahkan di Assi Square, Hama, pusat berkumpulnya ratusan ribu pengunjuk rasa pekan sebelumnya, kata aktivis.

Di pusat kota Homs, lebih dari 1.000 tentara, agen keamanan dan polisi berpakaian preman dikerahkan di alun-alun utama kota.

Setidaknya 14 pengunjuk rasa tewas di seluruh negeri: lima orang di sekitar Damaskus, satu orang di Homs, dan dua orang di Hama, empat orang di utara kota utama Aleppo, satu orang di Deir el-Zour, dan satu orang di provinsi timur Idlib. Serangan militer pada hari sebelumnya menewaskan sedikitnya dua orang.

Pemerintah Assad telah membenarkan tindakan keras militer dengan mengatakan bahwa pihaknya tengah berurusan para teroris dan penjahat yang mengobarkan kerusuhan. Serangan militer ini mencerminkan tekad Assad untuk menghancurkan pemberontakan melawan kekuasaannya meskipun kecaman internasional terus meningkat, termasuk dari AS dan Eropa yang telah mengancam akan memberikan sanksi. (althaf/arrahmah.com)