Memuat...

Rudal Iran Jatuh Dekat Kantor Netanyahu, Anggota Parlemen Kabur ke Bunker

Zarah Amala
Selasa, 17 Maret 2026 / 28 Ramadan 1447 09:33
Rudal Iran Jatuh Dekat Kantor Netanyahu, Anggota Parlemen Kabur ke Bunker
Upaya memadamkan api yang terjadi di lokasi jatuhnya pecahan rudal Iran di Tel Aviv (Getty)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Pertempuran antara Iran dan 'Israel' mencapai babak baru yang sangat sensitif pada hari ke-17. Untuk pertama kalinya, serpihan rudal balistik Iran dilaporkan jatuh di area sekitar Gedung Parlemen 'Israel' (Knesset) dan dekat kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem. Insiden ini memaksa para anggota parlemen berlarian ke bunker perlindungan saat sirine bahaya meraung di seluruh kota.

Sebagai balasan, militer 'Israel' mengeklaim telah menghancurkan fasilitas pengembangan teknologi luar angkasa militer di Teheran yang digunakan untuk mengancam satelit-satelit 'Israel'. Selain itu, serangan udara 'Israel' juga dilaporkan berhasil menghancurkan pesawat pribadi milik mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei di Bandara Mehrabad, yang diduga sering digunakan untuk urusan diplomasi persenjataan.

 

Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan gelombang baru menggunakan rudal berat jenis Fattah, Emad, dan Qader ke pusat penerbangan militer 'Israel' serta pangkalan AS di UEA dan Bahrain. Juru bicara IRGC, Mohammad Ali Naeini, menyatakan bahwa sejak awal perang, Iran telah menembakkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone, mengklaim adanya 5.000 korban (tewas/luka) di pihak musuh, meski angka ini sulit diverifikasi karena sensor militer 'Israel' yang ketat.

'Israel' menargetkan fasilitas yang terlibat dalam proyek satelit Chamran 1 di Iran. 'Israel' menuduh fasilitas tersebut mengembangkan kemampuan ofensif untuk melumpuhkan aset luar angkasa global. Presiden 'Israel' Isaac Herzog memperingatkan Iran setelah mengunjungi rumah warga yang hancur akibat rudal munisi tandan. Ia menegaskan bahwa penggunaan senjata semacam itu akan memicu kehancuran yang lebih besar bagi Teheran.

Militer 'Israel' mengeklaim telah menghancurkan 100 sistem pertahanan udara, 120 sistem radar, dan membuat 70% platform peluncuran rudal Iran tidak lagi berfungsi.

Sejak pecahnya perang pada 28 Februari, agresi AS-'Israel' telah menyasar sekitar 2.200 lokasi militer dan keamanan di Iran. Meskipun infrastruktur militer Teheran dilaporkan mengalami kerusakan parah, keberhasilan rudal Iran mencapai area Ring 1 di Yerusalem menunjukkan bahwa Iran masih memiliki taring untuk melakukan serangan balasan yang presisi di tengah kepungan udara yang ketat. (zarahamala/arrahmah.id)