WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran dilakukan untuk mencegah pecahnya Perang Dunia III. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghilangkan ancaman serius dari Iran terhadap Amerika Serikat, sekutunya, serta stabilitas global.
Dalam pidato yang disampaikan melalui platform media sosialnya, seperti dilansir Daily Telegraph (16/3/2026), Trump mengatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar terhadap Iran dengan tujuan menghentikan kemampuan militer Teheran yang dinilai mengancam keamanan internasional. Ia menyebut operasi tersebut sebagai langkah defensif untuk melindungi rakyat Amerika dan mencegah konflik global yang lebih luas.
Trump juga menilai bahwa rezim Iran selama puluhan tahun telah menargetkan kepentingan Amerika dan sekutunya melalui dukungan terhadap kelompok milisi bersenjata di Timur Tengah. Menurutnya, serangan militer tersebut dilakukan agar Iran tidak lagi memiliki kapasitas untuk memicu konflik regional yang berpotensi berkembang menjadi perang berskala global.
Operasi militer yang dilancarkan Washington bersama Israel sejak akhir Februari 2026 telah menargetkan berbagai fasilitas militer Iran, termasuk pangkalan rudal, depot senjata, dan instalasi militer strategis. Dalam beberapa pernyataan publik, Trump bahkan mengklaim ribuan target militer Iran telah dihantam dalam operasi tersebut.
Serangan itu menjadi bagian dari konflik yang semakin meluas di Timur Tengah setelah Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara di kawasan, termasuk Israel dan beberapa negara Teluk. Ketegangan di kawasan tersebut juga memicu kekhawatiran global mengenai stabilitas pasokan energi dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Meski demikian, keputusan Washington untuk menyerang Iran menuai kritik dari sejumlah pihak di dalam maupun luar negeri. Beberapa analis dan politisi menilai langkah tersebut justru berpotensi memperbesar eskalasi konflik regional, bahkan dapat menyeret lebih banyak negara ke dalam perang yang lebih luas.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran saat ini masih berlangsung dengan intensitas serangan yang meningkat di berbagai wilayah Timur Tengah. Para pengamat menilai perkembangan situasi tersebut akan sangat menentukan stabilitas geopolitik global dalam beberapa bulan ke depan. (hanoum/arrahmah.id)
