Memuat...

Iran "Bersih-bersih" Internal, 500 Orang Ditangkap Atas Tuduhan Bocorkan Informasi ke Musuh

Zarah Amala
Senin, 16 Maret 2026 / 27 Ramadan 1447 11:22
Iran "Bersih-bersih" Internal, 500 Orang Ditangkap Atas Tuduhan Bocorkan Informasi ke Musuh
Penangkapan yang dilakukan oleh polisi Iran mencakup warga negara dari beberapa wilayah di negara tersebut (EPA).

TEHERAN (Arrahmah.id) - Kepala Kepolisian Iran, Ahmad Reza Radan, mengumumkan penangkapan sekitar 500 orang yang dituduh membocorkan informasi rahasia kepada pihak asing pada Ahad (15/3/2026). Langkah tegas ini diambil di tengah agresi udara intensif yang dilancarkan jet tempur AS dan 'Israel' ke berbagai wilayah Iran. Radan menyebutkan bahwa setengah dari kasus tersebut masuk kategori insiden serius, di mana para tersangka diduga memberikan koordinat lokasi akurat, memotret dampak serangan, dan mengirimkannya ke luar negeri.

Operasi ini meluas hingga ke wilayah yang jauh dari zona perang aktif. Di bagian Barat Laut, 20 orang ditangkap karena dituduh mengirim detail aset militer ke 'Israel', sementara di Timur Laut, 10 orang diamankan atas tuduhan mengumpulkan data infrastruktur ekonomi sensitif.

Penangkapan ini merupakan respons terhadap "fase baru" serangan 'Israel' yang kini lebih fokus menargetkan titik pemeriksaan keamanan berdasarkan informasi dari informan di lapangan. Intelijen Garda Revolusi (IRGC) menuduh AS dan 'Israel' menggerakkan tentara bayaran dan mata-mata untuk memicu kerusuhan di dalam negeri sebagai langkah lanjutan setelah serangan militer.

Tiga orang ditahan di wilayah Barat Iran atas tuduhan menyebarkan kebingungan publik dan merusak simbol-simbol berkabung nasional. Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa upaya kekacauan ini bertujuan untuk menggulingkan rezim, mirip dengan narasi yang digunakan saat menghadapi gelombang protes besar pada Januari lalu.

Dengan bantuan informasi dari para tahanan ini, pesawat musuh dilaporkan berhasil mendapatkan koordinat presisi untuk menyerang target-target vital yang sebelumnya sulit dijangkau.

Penangkapan masif ini menunjukkan kekhawatiran tinggi Teheran terhadap "kebocoran dari dalam" yang mempercepat kerusakan infrastruktur militer mereka. Di sisi lain, para aktivis HAM mengkhawatirkan kampanye ini digunakan untuk menekan perbedaan pendapat di tengah situasi perang yang semakin sulit bagi warga sipil Iran. (zarahamala/arrahmah.id)