Memuat...

Seorang bayi berusia tiga bulan termasuk dalam korban serangan udara pengecut pimpinan AS di Suriah

Hanin Mazaya
Kamis, 25 September 2014 / 1 Zulhijah 1435 07:20
Seorang bayi berusia tiga bulan termasuk dalam korban serangan udara pengecut pimpinan AS di Suriah
Mahmood Moaz Jomaa, bayi berusia 3 bulan yang menjadi korban dalam serangan udara pengecut oleh AS dan negara-negara Arab di provinsi Idlib, Suriah. (Foto : Aktivis Suriah)

IDLIB (Arrahmah.com) - Aktivis Suriah telah mendistribusikan sebuah foto di media sosial yang memperlihatkan Mahmood Jamaa, seorang bayi berusia tiga bulan yang meninggal dengan ibunya dalam serangan udara pengecut pimpinan AS pada Selasa
(23/9/2014) pagi di Idlib.

Bayi itu mengenakan piyama bertuliskan "twitter" yang memicu aktivis berkomentar : Mari kita twit foto ini sebagai korban pertama dari Twitter. Tampaknya ibunya telah mempersiapkan dia untuk mati sehingga mengenakan pakaian ala Amerika", sebagaimana dilansir Zaman Alwasl pada Rabu (24/9).

Yang lain menambahkan : Mahmood berkicau dengan Twitter di dadanya, dia meninggal oleh tembakan milik mereka yang selama bertahun-tahun menggemakan klaim perlindungan.

Aktivis lainnya mengatakan : Mahmood Moaz Jamaa tidak dibunuh oleh Assad atau ISIS, tetapi dalam serangan Amerika di Suriah. Kerja bagus Obama, Suriah dan Iran sangat bangga padamu dan Amerika saat ini!

Zaman Alwasl memperoleh informasi yang menunjukkan bahwa tiga anak gugur dalam serangan udara tersebut di Deir Derian dekat perbatasan Turki di utara Idlib, mereka adalah Mahmood Mohammed Moaz dan dua saudaranya, Zaynab dan Maha Mohanna
Barakat serta tiga anak lainnya yang tidak ada informasi mengenai identitas mereka.

Tiga anak lain dari keluarga yang sama mengalami luka parah, mereka adalah Malak, Ahmad dan Wafa Mohanna Barakat. Mereka mengungsi dari Azaz dan bangunan yang menjadi tempat berlindung mereka menjadi target serangan. Saat ini mereka telah
dipindahkan ke rumah sakit Turki melalui persimpangan Bab al-Hawa.

Pesawat Amerika juga menargetkan 4 rumah yang ditempati oleh keluarga Suriah di Kafr Ajom di Aleppo. Semua rumah kini rata dengan tanah dan banyak warga sipil gugur termasuk anak-anak dan perempuan. (haninmazaya/arrahmah.com)