Memuat...

Siapa yang Akan Memimpin Hamas? Al-Hayya atau Meshaal?

Hanoum
Rabu, 14 Januari 2026 / 25 Rajab 1447 03:30
Siapa yang Akan Memimpin Hamas? Al-Hayya atau Meshaal?
Khalil Al-Hayya dan Khaled Meshaal. [Foto: Anadolu Agency]

GAZA (Arrahmah.id) -- Kelompok perlawanan Palestina Hamas diperkirakan akan memilih pemimpin baru bulan ini, menurut dua sumber di kelompok tersebut kepada Reuters. Pemilihan ini dilakukan untuk mengisi peran yang kosong sejak 'Israel' membunuh Yahya Sinwar pada tahun 2024 meskipun ada kekhawatiran bahwa penggantinya dapat mengalami nasib yang sama.

Dilansir Reuters (13/1/2026), Khalil Al-Hayya dan Khaled Meshaal dipandang sebagai kandidat terdepan untuk memimpin pada saat yang vital bagi kelompok tersebut,

Kedua pria tersebut tinggal di Qatar dan duduk di dewan beranggotakan lima orang yang telah menjalankan Hamas sejak 'Israel' membunuh Sinwar. Pendahulunya, Ismail Haniyeh, dibunuh oleh 'Israel' saat berkunjung ke Iran pada tahun 2024.

Proses pemilihan telah dimulai, kata sumber tersebut. Pemimpin dipilih melalui pemungutan suara rahasia oleh Dewan Syura Hamas, sebuah badan beranggotakan 50 orang yang mencakup anggota Hamas di Tepi Barat yang diduduki 'Israel', Jalur Gaza, dan di pengasingan.

Juru bicara Hamas menolak berkomentar.

Sumber-sumber mengatakan seorang wakil pemimpin juga akan dipilih untuk menggantikan Saleh Al-Arouri, yang tewas akibat serangan udara 'Israel' di Lebanon pada tahun 2024.

Sumber-sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan mereka bertekad untuk menyelesaikan pemungutan suara, meskipun beberapa lebih memilih perpanjangan kepemimpinan kolektif.

Para pengamat Hamas menganggap Meshaal sebagai bagian dari sayap pragmatis dengan hubungan baik dengan negara-negara Muslim Sunni, dan Hayya, negosiator utama kelompok tersebut, sebagai bagian dari kelompok yang memperdalam hubungannya dengan Iran.

Meshaal sebelumnya memimpin Hamas selama hampir dua dekade. Agen 'Israel' mencoba membunuhnya di Yordania pada tahun 1997 dengan menyuntiknya dengan racun.

Hubungannya dengan Iran sempat tegang pada tahun 2012 ketika ia menjauhkan Hamas dari sekutu Teheran, Presiden Bashar al-Assad yang kini telah digulingkan.

Sedangkan Hayya yang lahir di Gaza termasuk di antara para pemimpin Hamas yang menjadi sasaran serangan udara 'Israel' di Qatar pada bulan September.

Analis Reham Owda mengatakan ada perbedaan antara Hayya dan Meshaal mengenai konflik dengan 'Israel' tetapi dia percaya Meshaal memiliki peluang lebih baik karena ia dapat "memasarkan (Hamas) secara internasional dan membantu membangun kembali kemampuannya. (hanoum/arrahmah.id)