Seorang karyawan Paltel, yang berbicara secara anonim karena orang tersebut tidak berwenang untuk berbicara kepada media, mengatakan kepada POLITICO pada Jumat (27/10) bahwa perbaikan tidak mungkin dilakukan karena pengeboman yang sedang berlangsung dan kurangnya peralatan dan pasokan. Selain itu, dia mengatakan para pekerja perusahaan di Gaza berlindung dan berjuang untuk tetap berkomunikasi. (zarahamala/arrahmah.id)
GAZA (Arrahmah.id) - Jalur Gaza kehilangan semua koneksi internet dan mengalami pemadaman listrik sejak Jumat (27/10/2023) seiring dengan genosida yang dilakukan "Israel". Pengeboman Israel di Jalur Gaza semakin intensif setelah militer mengatakan pasukan daratnya “memperluas operasi” ke wilayah tersebut.
Pemadaman listrik ini mempersulit warga Gaza untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Tak hilang akal, warga Gaza menggunakan speaker masjid sebagai alat komunikasi dan menjadi satu-satunya. Video yang diunggah oleh Ilmuwan NASA keturunan Palestina, Loay Elbasyouni di X menampilkan suara yang berbunyi:
“Komunikasi kami dengan dunia luar terputus. Mereka ("Israel") menggunakan kekuatan militernya untuk menyakiti kami. Kami tidak punya kekuatan selain Allah, tidak ada Tuhan selain Allah. Tolong, doakan kami."
Perusahaan telekomunikasi Palestina, Paltel, menulis di X bahwa “pengeboman besar-besaran pada satu jam terakhir telah menyebabkan hancurnya semua jalur internasional yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar". Organisasi pelacak internet NetBlocks mengatakan Paltel adalah grup telekomunikasi besar terakhir yang beroperasi di Jalur Gaza.
