Memuat...

Sumber: Suriah menggagalkan rencana ISIS untuk membunuh Presiden Asy Syaraa

Hanin Mazaya
Senin, 10 November 2025 / 20 Jumadilawal 1447 18:34
Sumber: Suriah menggagalkan rencana ISIS untuk membunuh Presiden Asy Syaraa
(Foto: Reuters)

DAMASKUS (Arrahmah.id) - Suriah telah menggagalkan dua rencana terpisah ISIS untuk membunuh Presiden Ahmad Asy Syaraa kata dua pejabat senior.

Sumber-sumber tersebut, seorang pejabat keamanan senior Suriah dan seorang pejabat senior Timur Tengah, mengatakan bahwa rencana pembunuhan Asy Syaraa telah digagalkan selama beberapa bulan terakhir dan menggarisbawahi ancaman langsung yang ia hadapi saat ia mencoba mengonsolidasikan kekuasaan di negara yang hancur akibat perang selama 14 tahun, lansir Al Arabiya (10/11/2025).

Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa, dalam satu kasus, rencana ISIS berpusat pada keterlibatan resmi yang telah diumumkan sebelumnya yang melibatkan Asy Syaraa, dan menolak memberikan rincian lebih lanjut karena sensitivitas masalah tersebut.

 

Rencana-rencana jahat muncul menjelang pertemuan Asy Syaraa dengan Trump
Rencana-rencana jahat yang dilaporkan terungkap ketika Suriah bersiap untuk bergabung dengan koalisi anti-ISIS global pimpinan AS. Presiden AS Donald Trump menjamu Asy Syaraa pada Senin (10/11) dalam sebuah pertemuan bersejarah di Gedung Putih, yang pertama kalinya dilakukan oleh seorang kepala negara Suriah.

Presiden Suriah berkuasa Desember lalu setelah pasukan anti-pemerintah yang dipimpinnya menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Ia berharap pertemuan dengan Trump akan membuka dukungan internasional bagi rehabilitasi dan pembangunan kembali Suriah dalam jangka panjang.

Langkah untuk bergabung dengan koalisi anti-ISIS ini menggambarkan pergeseran Suriah sejak jatuhnya al-Assad, dari sekutu utama Rusia dan Iran, menuju hubungan yang lebih erat dengan kubu Barat dan Arab.

Tugas Asy Syaraa dalam upaya menyatukan Suriah tetap monumental: Pasukannya telah terlibat dalam serangkaian kekerasan sektarian di tengah serangan terhadap warga sipil dan pasukan keamanan yang oleh Damaskus dituduhkan dilakukan oleh ISIS.

 

Perjuangan Panjang Melawan ISIS
Selama akhir pekan, Kementerian Dalam Negeri Suriah meluncurkan kampanye nasional yang menargetkan sel-sel ISIS di seluruh negeri, menangkap lebih dari 70 tersangka, menurut media pemerintah.

Pejabat senior keamanan Suriah mengatakan mereka bertindak berdasarkan informasi intelijen bahwa kelompok tersebut sedang merencanakan operasi melawan pemerintah dan kelompok minoritas Suriah.

Hal ini juga dimaksudkan sebagai pesan bahwa intelijen Suriah telah menyusup jauh ke dalam kelompok tersebut dan bahwa bergabung dengan koalisi akan menjadi aset besar bagi operasi global melawan militan.

Sebelum merebut kekuasaan dalam serangan kilat 11 hari tahun lalu, Asy Syaraa memimpin Hai'ah Tahrir Syam (HTS), sebuah kelompok yang sebelumnya merupakan afiliasi al-Qaeda di Suriah.

Asy Syaraa memutuskan hubungan tersebut pada 2016 dan telah melancarkan pertempuran melawan ISIS selama lebih dari satu dekade, melakukan kampanye penangkapan dan operasi militer terhadap sel-selnya di basis HTS di Idlib.

ISIS telah mencoba bangkit kembali di Suriah setelah jatuhnya al-Assad. Pemerintah Suriah berupaya menggambarkan pemulihan hubungan Asy Syaraa dengan Barat dan janjinya untuk memerintah semua kelompok agama di Suriah sebagai sesuatu yang bertentangan dengan Islam.

Pada Juni, 25 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di sebuah gereja di Damaskus, sebuah serangan yang dituduhkan pemerintah kepada ISIS. Kelompok tersebut tidak mengaku bertanggung jawab.

Pemerintah Asy Syaraa telah berkoordinasi dengan militer AS selama berbulan-bulan dalam perang melawan ISIS, menurut beberapa pejabat Suriah, tetapi bergabung secara resmi diharapkan dapat meningkatkan kerja sama secara signifikan. Hal ini juga dipandang sebagai langkah kunci membangun kepercayaan oleh Asy Syaraa untuk meyakinkan anggota parlemen AS agar mencabut sanksi yang tersisa terhadap Suriah sebelum akhir tahun.

Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa militer AS sedang bersiap untuk membangun kehadiran di pangkalan udara Damaskus untuk pertama kalinya. Seorang pejabat pemerintah AS meminta agar lokasi dan nama pangkalan tersebut tidak dipublikasikan, dengan alasan masalah keamanan operasional.

Media pemerintah Suriah membantah laporan Reuters tersebut tanpa menjelaskan lebih lanjut apa yang salah.  (haninmazaya/arrahmah.id)