GAZA (Arrahmah.id) -- Otoritas kesehatan di Gaza mengatakan lebih dari 70.000 orang tewas sejak pertempuran antara pasukan 'Israel' dan kelompok perlawanan Palestina Hamas dimulai pada Oktober 2023.
Pihak berwenang mengumumkan, seperti dilansir NHK (29/11/2025), bahwa jumlah kematian telah mencapai 70.100. Mereka juga mengatakan 354 orang tewas sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober.
Upaya pencarian dan identifikasi jenazah yang terkubur di bawah reruntuhan bangunan dan tempat-tempat lain tengah dilakukan di Gaza. Para pejabat mengatakan pada Sabtu bahwa lebih dari 600 jenazah telah ditemukan.
Jumlah korban tewas di Gaza terus meningkat karena militer 'Israel' terus melancarkan serangan sporadis bahkan setelah gencatan senjata. 'Israel' menuduh Hamas melanggar kesepakatan tersebut.
Media Palestina melaporkan bahwa dua kakak beradik yang masih muda tewas pada Sabtu dalam serangan 'Israel' di dekat Khan Younis di Gaza selatan.
Kantor berita Reuters mengutip seorang kerabat kedua anak tersebut yang mengatakan bahwa kakak beradik itu diserang oleh wahana nirawak 'Israel' saat tengah mengumpulkan kayu bakar untuk membantu ayahnya.
Pada Sabtu, militer 'Israel' mengatakan telah menewaskan tiga orang di Gaza, dengan alasan mereka mendekati dan menimbulkan ancaman bagi pasukannya yang beroperasi di Gaza selatan. (hanoum/arrahmah.id)
