TEHERAN (Arrahmah.id) -- Salah satu pemimpin tinggi militer Iran menyatakan bahwa Teheran siap menghadapi perang hingga 10 tahun dengan 'Israel' sebab meningkatnya ketegangan Iran dengan 'Israel' dan Amerika Serikat.
Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran dan mantan Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Amir Mohammadreza Ashtiani menegaskan militer Iran memiliki persediaan peralatan dan moral yang cukup untuk menghadapi konflik panjang.
"Peralatan kami tidak mengalami kerusakan signifikan, dan kami memiliki persediaan yang cukup untuk berperang selama sepuluh tahun jika diperlukan," ujar Ashtiani dalam pernyataannya, dikutip dari CNN (15/7/2025).
Menurutnya, faktor penentu kemenangan di medan perang bukan hanya terletak pada kekuatan peralatan, tetapi juga termasuk semangat tempur para prajurit.
"Yang paling penting adalah moral. Mereka mengatakan moral adalah tiga perempat dari pertempuran. Pasukan kami berpengalaman, terlatih, dilengkapi sistem modern, dan punya semangat juang tinggi," ia menambahkan.
Pernyataan ini muncul tak lama setelah konflik 12 hari antara Iran dan 'Israel' pada Juni lalu.
Menurut data Global Firepower 2024, Iran berada di peringkat 14 kekuatan militer dunia dengan skor PowerIndex (PwrIndx) 0,2269, sementara 'Israel' berada di posisi 17 dengan skor 0,2596.
Iran unggul dalam enam dari delapan kategori penilaian GFP dibandingkan 'Israel', termasuk jumlah personel aktif, kekuatan darat, kekuatan laut, logistik, sumber daya nasional, dan finansial.
Iran memiliki sekitar 610 ribu personel aktif dan 350 ribu pasukan cadangan.
Sementara 'Israel' memiliki 170 ribu personel aktif, tetapi unggul dalam jumlah pasukan cadangan yang kini mencapai 465 ribu orang.
Dalam kekuatan udara, 'Israel' masih lebih unggul dengan total 612 unit pesawat, dibandingkan Iran yang memiliki 551 unit.
Namun di darat, Iran jauh mendominasi dengan 1.996 tank dan lebih dari 65 ribu kendaraan lapis baja, sementara Israel hanya memiliki 1.370 tank dan sekitar 43 ribu kendaraan lapis baja.
Untuk kekuatan laut, Iran memiliki 101 unit termasuk 19 kapal selam, sedangkan Israel hanya memiliki 67 unit dengan 5 kapal selam.
Iran diketahui memiliki lebih dari 3.000 rudal balistik yang tidak termasuk rudal darat, dan terus dikembangkan dalam hal presisi serta akurasi.
Rudal-rudal ini telah digunakan Rusia dalam konflik Ukraina, termasuk pengiriman rudal jarak pendek Fath-360 oleh Iran ke Moskow pada September 2024.
Iran juga dikenal sebagai pemasok utama drone Shahed-136 ke Rusia.
Sementara itu, Rusia juga membalas dengan memasok Iran peralatan militer seperti helikopter, tank, dan kendaraan lapis baja.
Meski unggul dalam kuantitas dan semangat militer, Iran masih kalah dari Israel dari sisi teknologi.
'Israel' mengandalkan sistem pertahanan udara yang canggih seperti Arrow, David's Sling, dan sistem Drone Guard untuk menggagalkan serangan rudal dan drone dari Iran.
Namun dengan kesiapan logistik dan semangat juang yang diklaim tinggi, Iran menegaskan siap menghadapi 'Israel' dalam perang jangka panjang.
"Mereka mungkin punya peralatan, tapi mereka tidak punya keinginan kuat," tegas Jenderal Ashtiani. (hanoum/arrahmah.id)
