TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Kota Tel Aviv dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran yang berhasil menembus sistem pertahanan udara Iron Dome, dengan sedikitnya enam orang terluka. Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi terbaru konflik Iran–Israel yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Dilansir The Times of Israel (24/3/2026), menyebutkan rudal Iran menghantam beberapa titik di Tel Aviv, menyebabkan kerusakan pada bangunan dan kendaraan serta memicu kepulan asap di sejumlah lokasi. Layanan darurat 'Israel' mengonfirmasi bahwa enam orang mengalami luka ringan akibat dampak langsung maupun serpihan rudal di beberapa lokasi terdampak.
Serangan ini terjadi ketika sistem pertahanan udara 'Israel' berusaha mencegat gelombang rudal yang masuk. Namun, sejumlah proyektil dilaporkan berhasil lolos dari intersepsi dan menghantam area perkotaan, memperlihatkan celah dalam sistem pertahanan yang selama ini dianggap canggih.
The Times of Israel juga melaporkan bahwa beberapa rudal yang digunakan Iran memiliki karakteristik khusus, termasuk hulu ledak yang dapat menyebar di udara, sehingga lebih sulit dicegat oleh Iron Dome. Kondisi ini meningkatkan risiko kerusakan luas di wilayah sipil padat penduduk seperti Tel Aviv.
Serangan terbaru ini merupakan bagian dari rangkaian serangan balasan Iran terhadap 'Israel' sejak akhir Februari 2026, yang telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan di berbagai kota. Dalam beberapa insiden sebelumnya, rudal Iran juga dilaporkan menembus sistem pertahanan dan menimbulkan korban sipil.
Situasi di Tel Aviv saat ini dilaporkan masih tegang, dengan sirene peringatan terus berbunyi dan warga diminta berlindung di tempat aman. Eskalasi serangan ini memperkuat kekhawatiran akan konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)
