Memuat...

Tucker Carlson Klaim Serangan Kilang Aramco False Flag 'Israel', Agen Mossad Sudah Ditangkap Saudi

Hanoum
Rabu, 4 Maret 2026 / 15 Ramadan 1447 04:17
Tucker Carlson Klaim Serangan Kilang Aramco False Flag 'Israel', Agen Mossad Sudah Ditangkap Saudi
Foto ilustrasi. [Foto: X]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Komentator politik Amerika Serikat (AS) Tucker Carlson mengklaim bahwa serangan drone baru-baru ini terhadap kilang Aramco di Arab Saudi bukan berasal dari Iran tetapi merupakan operasi “false flag” yang dirancang olehagen intelejen 'Israel' Mossad untuk menyeret Riyadh lebih dalam ke konflik dengan Teheran. Carlson juga menyebut Arab Saudi telah menangkap agen Mossad yang dituduh merencanakan serangan serupa, lapor Turkiye Today (3/3/2026).

Menurut  Carlson, serangan yang menarget kilang minyak terbesar dunia itu — yang sebelumnya dituduh Iran melalui drone — merupakan upaya sistematik untuk memanipulasi opini publik Saudi dan internasional agar percaya konflik semakin berkembang menuju eskalasi militer yang lebih luas. Carlson menyatakan bahwa dia telah melihat informasi intelijen yang menunjukkan adanya agen asing termasuk yang dituduh sebagai Mossad yang beroperasi di Arab Saudi untuk memicu serangan tersebut.

Klaim ini muncul menyusul serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco yang dilaporkan terjadi pada 2–3 Maret 2026, ketika drone dan rudal menghantam infrastruktur kilang minyak di wilayah Timur Saudi, menyebabkan kerusakan signifikan dan gangguan produksi serta menambah ketegangan regional yang sudah meningkat akibat perang Iran–AS–Israel. Pemerintah Riyadh sebelumnya menuding Iran sebagai pihak di balik serangan tersebut, klaim yang dibantah Teheran.

Selain itu, mengutip pernyataan otoritas keamanan, seperti dilansir Arab News (3/3),  Saudi telah menangkap beberapa individu yang dituduh menjadi mata-mata asing yang berencana melakukan serangan lanjutan di sarana penting energi negara itu. Sumber lain di media regional dan internasional menyatakan bahwa penangkapan agen intelijen asing — meskipun belum dikonfirmasi secara independen sebagai Mossad — mencerminkan kekhawatiran Riyadh tentang ancaman terhadap infrastruktur kritisnya.

Laporan internasional dari lembaga pemantau energi global menunjukkan bahwa serangan terhadap kilang minyak terbesar Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran pasar minyak dunia karena potensi gangguan lebih besar terhadap pasokan global, terutama ketika dunia menghadapi ketidakpastian pascakonflik Iran di kawasan Teluk. Timbunan persediaan yang terganggu dipandang sebagai faktor signifikan dalam fluktuasi harga minyak dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, sejumlah analis intelijen dan pejabat Barat telah memperingatkan bahwa narasi “false flag” memerlukan verifikasi bukti independen yang kuat, dan sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah AS, 'Israel', atau negara lain mengenai pernyataan soal operasi Mossad di Saudi yang dilontarkan oleh Carlson. Sebaliknya, banyak pernyataan dari Riyadh dan Washington menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas minyak di kawasan itu mencerminkan ekspansi konflik yang nyata dan bukan manipulasi sewenang-wenang. (hanoum/arrahmah.id)