Memuat...

Tujuh Tentara “Israel” Terluka dalam Penembakan di Tepi Barat

Zarah Amala
Sabtu, 23 Maret 2024 / 13 Ramadan 1445 08:42
Tujuh Tentara “Israel” Terluka dalam Penembakan di Tepi Barat
Mujahid Barakat Mansour (32) syahid setelah melakukan operasi penembakan yang melukai tujuh tentara, termasuk dua orang kritis. (Foto: melalui media sosial)

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Tujuh tentara “Israel” terluka dalam bentrokan dengan seorang pejuang Palestina yang menembaki sebuah bus yang membawa pemukim di daerah barat Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan.

Pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Mujahid Barakat Mansour (32) syahid setelah perburuan dan konfrontasi yang dilaporkan berlangsung hingga lima jam di wilayah pegunungan antara desa Deir Ibzi'a dan Kafr Ni'ma pada dini hari Jumat (22/3).

Menurut Arab48, Mansour adalah mantan anggota Pengawal Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

Perburuan tersebut melibatkan helikopter dan drone, menurut WAFA, kantor berita resmi Palestina.

Dalam video yang beredar luas di dunia maya, sebuah helikopter Apache “Israel” terlihat menembaki kawasan tersebut.

Media “Israel” mengonfirmasi dua helikopter dan sebuah drone digunakan dalam perburuan tersebut, dan menambahkan bahwa bala bantuan militer “Israel” telah dikirim ke daerah tersebut.

Al-Jazeera mengutip Radio “Israel” yang melaporkan bahwa bus tersebut diserang oleh satu atau lebih pria bersenjata di sebuah lembah yang berdekatan dengan pemukiman ilegal Yahudi Dolev dan Talmon.

Menurut Al-Jazeera, tujuh tentara “Israel” terluka, termasuk dua orang kritis.

Front Populer untuk Pembebasan Palestina memuji “operasi penembakan heroik” dalam sebuah pernyataan pada Jumat (22/3), menegaskan bahwa “musuh menuai akibat dari kriminalitas, kesombongan, dan perhitungan yang salah.”

Ketegangan Meningkat

Surat kabar “Israel” The Times of Israel mengonfirmasi bahwa “tujuh orang terluka dalam insiden tersebut, termasuk satu orang dalam kondisi kritis dan dua orang dalam kondisi serius,” tanpa menyebut mereka sebagai tentara.

“Pasukan mulai mengejar pria bersenjata tersebut, dan mereka mendapat serangan beberapa kali sepanjang pagi,” tambah laporan itu.

Insiden Jumat ini terjadi ketika ketegangan meningkat di Tepi Barat yang diduduki sejak “Israel” melancarkan genosida di Jalur Gaza, menyusul operasi Perlawanan pada 7 Oktober.

Serangan militer “Israel” ke kota-kota dan desa-desa juga meningkat.

Satu syahid di Jenin

Pada Kamis malam (21/3), seorang pemuda Palestina terbunuh dan dua lainnya terluka, sementara dua pemuda ditangkap, dalam serangan militer “Israel” ke kamp pengungsi Aqabat Jabr di Jericho.

Nasser Anani, direktur Rumah Sakit Pemerintah Jericho, memberi tahu WAFA bahwa seorang pemuda tiba di rumah sakit dengan cedera kepala kritis. Pemuda tersebut, yang kemudian diidentifikasi sebagai Ibrahim Abdel Rahim Qatash, dinyatakan meninggal karena luka-lukanya satu jam kemudian.

Pemuda Palestina lainnya terluka akibat tembakan “Israel” namun dalam kondisi stabil, sementara seorang gadis muda menderita luka akibat pecahan peluru.

WAFA melaporkan bahwa unit militer khusus “Israel” menyusup ke kamp tersebut pada waktu berbuka puasa dan mengepung sebuah rumah milik keluarga Al-Ayyouti, di mana mereka menangkap dua bersaudara, Amar dan Hamdi Al-Ayyouti.

Penggerebekan tersebut memicu konfrontasi antara warga dan pasukan “Israel” yang menduduki atap rumah yang terkepung dan melepaskan tembakan ke arah warga, mengakibatkan tiga orang terluka, termasuk seorang gadis muda. Ambulans dicegah mencapai lokasi kejadian, lapor WAFA.

Hebron (Al Khalil)

Juga pada Kamis (21/3), pemukim bersenjata, ditemani oleh tentara, menyerang kendaraan warga Palestina di daerah Wadi al-Hasin, yang terletak di sebelah timur kota Hebron (Al-Khalil) di Tepi Barat yang diduduki, sementara pasukan “Israel” mencegah sejumlah besar warga Palestina mencapai rumah mereka, lapor WAFA.

Pasukan “Israel” juga menutup Pos Pemeriksaan 160 militer di kota tersebut, menahan dan menginterogasi beberapa warga sipil, dan mencegah ratusan dari mereka mencapai rumah mereka, kata para saksi mata kepada WAFA. Pasukan “Israel” juga lebih lanjut menembakkan granat kejut dan tabung gas air mata ke arah warga.

Setidaknya 7.725 warga Palestina telah ditahan oleh pasukan “Israel” selama serangan militer di Tepi Barat sejak dimulainya agresi “Israel” di Jalur Gaza pada 7 Oktober, menurut Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan, dan Masyarakat Tahanan Palestina (PPS). (zarahamala/arrahmah.id)