Memuat...

Tunggu Komando Netanyahu, Trump Belum Mau Stop Gempur Iran

Zarah Amala
Senin, 9 Maret 2026 / 20 Ramadan 1447 11:48
Tunggu Komando Netanyahu, Trump Belum Mau Stop Gempur Iran
Trump mengatakan dia akan mengambil keputusan untuk mengakhiri perang dengan Iran pada waktunya dan bahwa semua hal akan dipertimbangkan (Associated Press).

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa keputusan untuk mengakhiri perang melawan Iran akan diambil melalui konsultasi erat dengan Perdana Menteri 'Israel', Benjamin Netanyahu. Dalam wawancara telepon dengan The Times of Israel, Trump menyatakan bahwa kedua negara akan merumuskan parameter penyelesaian konflik ini secara bersama-sama.

"Saya pikir ini adalah keputusan bersama. Kami berkonsultasi, dan saya akan mengambil keputusan di waktu yang tepat dengan mempertimbangkan semua faktor yang ada," ujar Trump. Menindaklanjuti hal tersebut, utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan terbang ke 'Israel' pada Selasa (10/3/2026) untuk bertemu dengan Netanyahu guna membahas detail kesepakatan tersebut.

 

Selain membahas strategi perang, Trump juga mengungkapkan ketidaksenangannya atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump secara blak-blakan mengatakan, "Saya tidak senang dengan itu (terpilihnya Mojtaba)."

Mojtaba Khamenei naik takhta setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara pembuka aliansi AS-'Israel' pada 28 Februari lalu.

Trump mengeklaim bahwa operasi militer yang dinamakan Washington sebagai Epic Fury (Gempuran Epik) dan oleh Tel Aviv sebagai Lion’s Roar (Raungan Singa) telah memberikan pukulan telak yang belum pernah dilakukan negara lain mana pun terhadap Iran.

Trump menyebut Iran telah meluncurkan sekitar 1.200 rudal ke berbagai negara Timur Tengah dalam empat bulan terakhir. Namun, ia menilai negara-negara kawasan kini tidak lagi merasa takut terhadap Teheran.

Serangan pembuka aliansi ini diklaim telah menewaskan 49 pemimpin senior Iran. Serangan gabungan tersebut menghantam puluhan lokasi strategis di Teheran, Qom, Isfahan, hingga Tabriz. Meski demikian, Trump mengakui bahwa Teheran masih mempertahankan beberapa sisa kemampuan militer mereka.

Sebagai balasan, Iran hingga kini terus meluncurkan operasi Janji Setia 4 untuk membalas kerusakan yang mereka derita sejak agresi dimulai pada Sabtu pekan lalu. (zarahamala/arrahmah.id)