Memuat...

WSJ: AS Hujani Iran dari Udara demi Buka Kembali Selat Hormuz

Samir Musa
Jumat, 20 Maret 2026 / 1 Syawal 1447 15:15
WSJ: AS Hujani Iran dari Udara demi Buka Kembali Selat Hormuz
Pesawat serang darat jenis A-10 “Warthog” melaksanakan misi tempur di atas Selat Hormuz (Reuters).

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Amerika Serikat bersama sekutunya melancarkan operasi militer besar-besaran untuk membuka kembali Selat Hormuz yang lumpuh sejak awal Maret, menyusul meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Harian The Wall Street Journal mengungkap bahwa Pentagon telah menyusun rencana multi-tahap yang mencakup serangan udara intensif terhadap kapal cepat dan drone milik Iran yang dianggap mengancam jalur pelayaran internasional.

Dalam konferensi pers di markas Pentagon, seorang jenderal Angkatan Udara AS menyatakan bahwa pesawat serang darat A-10 “Warthog” dan helikopter tempur Apache kini aktif menjalankan misi tempur di atas perairan strategis tersebut.

"Pesawat A-10 saat ini terlibat langsung menargetkan kapal-kapal serang cepat di Selat Hormuz," ujarnya. Ia menambahkan bahwa helikopter Apache juga telah bergabung dalam operasi, termasuk untuk menghadapi drone bunuh diri yang disebut sebagai salah satu senjata paling efektif Iran.

Lebih dari 120 Kapal Iran Hancur

Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, operasi udara tersebut berhasil menghancurkan sejumlah kapal cepat Iran yang sebelumnya mengganggu kapal dagang.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengklaim bahwa lebih dari 120 kapal Iran telah dihancurkan atau rusak akibat serangan tersebut.

Selain itu, serangan juga menyasar pangkalan dan sistem rudal jelajah milik Garda Revolusi Iran yang selama ini berperan dalam pengamanan selat bersama angkatan laut Iran.

AS Siapkan Pengawalan Kapal Dagang

Washington disebut tengah berupaya mengurangi ancaman dari ranjau laut, kapal bermuatan bahan peledak, dan rudal, guna memungkinkan kapal perang AS melintasi selat tersebut.

Langkah berikutnya adalah mengawal kapal-kapal dagang yang keluar masuk Teluk, sebagai bagian dari upaya mengamankan kembali jalur energi global.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Harga Minyak Melonjak Tajam

Penutupan de facto Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak global. Harga minyak mentah Brent sempat menembus 119 dolar per barel sebelum ditutup di angka 108,65 dolar pada perdagangan Kamis.

Kondisi ini menambah tekanan ekonomi terhadap pemerintahan Donald Trump, di tengah dampak perang yang dilancarkan bersama “Israel” pada akhir Februari lalu.

Operasi Bisa Berlangsung Berminggu-minggu

Meski serangan berlangsung intensif, para analis memperkirakan bahwa upaya menguasai penuh Selat Hormuz bisa memakan waktu berminggu-minggu.

Di sisi lain, laporan juga menyebutkan bahwa parlemen Iran tengah mengkaji rencana untuk memberlakukan tarif bagi kapal yang melintas, yang berpotensi memperkeruh situasi.

Sementara itu, sekitar 2.200 personel Marinir AS dilaporkan sedang menuju kawasan Timur Tengah, dengan kemungkinan misi mengamankan pulau-pulau strategis di dekat pesisir selatan Iran.

(Samirmusa/arrahmah.id)