Memuat...

3 Anak Meninggal Setiap Hari Akibat Malnutrisi di El Fasher, Sudan

Hanin Mazaya
Ahad, 26 Oktober 2025 / 5 Jumadilawal 1447 15:53
3 Anak Meninggal Setiap Hari Akibat Malnutrisi di El Fasher, Sudan
(Foto: Anadolu)

DARFUR (Arrahmah.id) - Setidaknya tiga anak meninggal setiap hari di El-Fasher, ibu kota negara bagian Darfur Utara, Sudan, akibat malnutrisi dan penyakit, demikian pernyataan Jaringan Dokter Sudan (Sudan Doctors Network) pada Jumat (24/10/2025), Anadolu melaporkan.

“Selama lebih dari sebulan, situasi kemanusiaan di kota El Fasher semakin memburuk, dengan meningkatnya jumlah kematian anak akibat kekurangan pangan akut dan meningkatnya kasus malnutrisi, di tengah belum adanya tanda-tanda pembukaan koridor kemanusiaan yang dapat menyelamatkan ribuan anak,” demikian pernyataan yang dirilis melalui perusahaan media sosial AS, X.

Jaringan tersebut “memantau situasi tragis ini dengan keprihatinan mendalam melalui tim lapangan kami di El Fasher. Kami menegaskan kepada masyarakat internasional bahwa situasi kemanusiaan telah melampaui pemahaman akibat krisis pangan dan obat-obatan yang parah akibat pengepungan yang sedang berlangsung,” tambah pernyataan tersebut.

Dilanjutkan: “Setiap hari, kami kehilangan tidak kurang dari tiga anak akibat malnutrisi, penyakit, dan kurangnya sumber daya medis dan kemanusiaan.”

Pada Kamis, empat badan PBB —Organisasi Internasional untuk Migrasi, UNICEF, Program Pangan Dunia, dan badan pengungsi PBB— mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa 260.000 warga sipil, termasuk 130.000 anak-anak, terjebak di El-Fasher, terputus dari makanan, air, dan layanan kesehatan.

Setidaknya 239 anak telah meninggal karena kelaparan akibat pengepungan El-Fasher oleh RSF (Pasukan Dukungan Cepat), menurut komite akar rumput Koordinasi Perlawanan El-Fasher pada Rabu, tanpa merinci periode waktu kematian tersebut.

Paramiliter RSF telah mengepung El-Fasher sejak 10 Mei 2024, sementara tentara Sudan berusaha untuk mematahkan pengepungan kota tersebut, yang berfungsi sebagai pusat operasi kemanusiaan untuk lima negara bagian Darfur.

Tentara Sudan dan RSF telah berperang sejak April 2023 yang telah menewaskan lebih dari 20.000 orang dan menyebabkan 14 juta orang mengungsi, menurut PBB dan otoritas setempat. Namun, penelitian dari universitas-universitas AS memperkirakan jumlah korban tewas sekitar 130.000 orang. (haninmazaya/arrahmah.id)